News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Zulhas Komitmen Jadikan PAN Partai Terbuka Bagi Semua Umat

Penulis: Danang Triatmojo
Editor: Johnson Simanjuntak
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan saat hadiri peringatan satu abad NU bertajuk 'Simposium Nasional' di Surabaya, Jawa Timur

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan terus berkomitmen untuk membawa perubahan partainya menjadi terbuka dan tidak inklusif bagi kalangan Muhammadiyah saja.

Zulhas mengatakan bahwa partai politik (parpol) punya peran sebagai pemersatu bangsa, serta memajukan peradaban. Sehingga ia berupaya menguatkan persatuan dengan merangkul semua golongan, termasuk Nahdlatul Ulama (NU).

Sebagaimana diketahui partai matahari putih lahir dari rahim Muhammadiyah, dan seakan memberi kesan PAN jadi partai tertutup. Namun lewat kepemimpinannya, Zulhas terus berupaya mengubah PAN menjadi partai terbuka bagi semua umat Islam.

"Jadi begini, memang parpol itu fungsinya memajukan peradaban. Oleh karena itu PAN berusaha keras agar umat Islam memperkuat persatuan, bersatu walaupun berbeda," ujar Zulhas di Jakarta, Rabu (12/7/2023).

Adapun salah satu upaya PAN merangkul semua golongan yakni dengan menggelar acara peringatan satu abad NU dengan tajuk 'Simposium Nasional' di Surabaya, Jawa Timur, beberapa waktu lalu.

Dalam acara itu dihadiri Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya, Sekjen PBNU Saifullah Yusuf dan jajaran pengurus PBNU Jawa Timur.

Pada kesempatan acara itu pun Gus Yahya menyebut bahwa PAN sebagai parpol rasional. Gus Yahya juga menegaskan tak melarang warga NU mencoblos PAN pada pemilu mendatang.

Zulhas pun merespons positif pernyataan Gus Yahya karena dirinya mengaku sudah 2 tahun berusaha mendudukan bersama NU dan Muhammadiyah.

Menurutnya perbedaan pilihan soal ormas Islam dan parpol adalah hal yang biasa dan wajar.

"Beda partai, tapi harmoni persatuan itu penting. Itu terus saya lakukan selama hampir 2 tahun, terutama mempersatukan, duduk bareng. Mempersatukan artinya bukan sama ya, mendudukkan bareng NU dan Muhammadiyah sudah 2 tahun saya," kata Zulhas.

"(Saya berusaha mendudukkan NU dan Muhammadiyah) mulai dari Kabupaten Lampung, tempat lain terus menerus. Dulu di Surabaya juga pernah dipimpin Muhammadiyah dalam satu forum duduk bareng (dengan NU)," lanjut dia.

Baca juga: PAN Sebut Kunjungan Balasan PDIP Direncanakan Bulan Ini

Zulhas berharap bertransformasi nya PAN menjadi partai terbuka bisa membuat suasana di tengah masyarakat kian sejuk, khususnya antara NU dan Muhammadiyah. 

"Dengan itu masyarakat adem, tenang. Kalau masyarakat tenang, kita bisa membangun gitu. Bahwa soal pilihan-pilihan, terserah masing-masing," ujar dia.


Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini