Padahal, kata Gembong, pemerintah daerah sudah menggelontorkan dana bantuan kepada partai politik sebesar 60 persen untuk kaderisasi.
Kaderisasi dilakukan agar menciptakan kader yang berkualitas.
"Harapannya kan seperti itu, tapi apa yang terjadi? Hari ini kami sama-sama saksikan bahwa efek elektoral masih menjadi faktor utama."
"Kalau bahasa saya, sampai-sampai membutakan proses kaderisasi," katanya.
Gembong menduga memang ada kesengajaan PAN mendaftarkan Cinta Mega di menit-menit terakhir pendaftaran.
"Kami mendapat informasi dari KPU itu pendaftarannya PAN ke KPU itu last minutes (menit terakhir), jam 12 kurang berapa menit. Ya mungkin biar nggak diintip oleh orang," ujarnya.
Kilas Balik Kasus Cinta Mega
Sebagai informasi, Cinta sebelumnya adalah kader PDIP.
Ia menjadi anggota DPRD DKI dari partai berlogo banteng itu.
Namun, Cinta Mega diberhentikan sebagai kader PDIP setelah terlibat kasus disiplin.
Cinta Mega menjadi perbincangan setelah terekam kamera wartawan lantaran diduga tengah bermain game slot.
Adapun kejadian tersebut terekam saat rapat paripurna DKI Jakarta, Kamis (20/7/2023).
Rapat paripurna tersebut tengah membahas terkait rencana peraturan daerah (Raperda) tentang pertanggungjawaban APBD 2022 yang dihadiri Penjabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta, Heru Budi Hartono.
Terkait hal ini, Cinta Mega membantah tengah bermain game slot saat mengikuti rapat tersebut.
Ia mengungkapkan, dirinya bermain game bergenre puzzle, Candy Crush.
Baca tanpa iklan