News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Rafael Alun Trisambodo Terjerat Korupsi

Tak Disumpah, Anak Rafael Alun Diperingatkan Jaksa Berkata Jujur di Persidangan

Penulis: Rahmat Fajar Nugraha
Editor: Malvyandie Haryadi
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Sidang lanjutan kasus suap dan gratifikasi dengan terdakwa Rafael Alun Trisambodo di pengadilan Tipikor Jakarta Pusat, Senin (30/10/2023).

Laporan Wartawan Tribunnews.com Rahmat W. Nugraha

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Jaksa Penuntut Umum KPK peringatkan anak dari terdakwa kasus gratifikasi dan suap mantan pejabat pajak Rafael Alun Trisambodo, Christofer Dhyaksa Darma untuk berkata jujur di persidangan.

Adapun pada persidangan lanjutan di PN Tipikor Jakarta Pusat, Senin (30/10/2023) Rafael menolak Christofer bersumpah sebelum bersaksi di persidangan.

"Bisa dipastikan yang abu-abu atau yang hitam. Itu yang hardtop yang mana lagi," tanya jaksa di persidangan terhadap saksi Christofer.

"Di Bromo banyak hardtop pak," jawab Christofer.

"Enggak punya siapa," tegas jaksa.

"Yang kuning ini pak. Bukan punya saya," jawab Christopher.

"Sewa di sana?" tanya jaksa.

"Yang kuning ini kan pak. Bukan punya saya Pak," jawab Christopher.

"Saudara tahu nggak punya siapa," tanya jaksa.

"Nggak tahu pak," jawab Christopher.

"Nggak tahu ada berapa mobil waktu acara di Bromo itu," tanya jaksa.

"Ada tiga," jawab Christopher.

"Hardtop berapa," tanya jaksa.

"Satu," jawab Christopher.

Kemudian di jaksa menegur saksi untuk berkata yang sebenarnya di persidangan.

"Ada videonya nggak usah begitu. Saudara nggak disumpah tapi berikan keterangan yang benar," tegas jaksa.

"Semua yang menyewakan mobil hardtop di Bromo. Saya cuman bawa satu. Kalau saya bawa dua gimana nyetirnya," kata Christopher.

Diketahui dalam perkara ini, Rafael Alun telah didakwa menerima gratifikasi senilai Rp16.644.806.137.

Modus penerimaan gratifikasi itu melalui sejumlah perusahaan atas nama istri Rafael Alun, Ernie Meike Torondek.

Akibat perbuatannya, Rafael Alun dijerat Pasal 12 B jo Pasal 18 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat (1) Ke-1 KUHP jo Pasal 64 ayat (1) KUHP.

Selain gratifikasi, Rafael Alun juga didakwa melakukan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU). Pencucian uang tersebut diduga merupakan hasil dari tindak pidana korupsi berkaitan dengan penerimaan gratifikasi.

Atas dugaan tersebut, Rafael Alun dijerat Pasal 3 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP jo Pasal 64 ayat (1) KUHP.

Keterangan foto: Saksi Christofer Dhyaksa Darma menggunakan kemeja batik berwarna coklat.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda

Berita Populer

Berita Terkini