Ia hanya menjelaskan soal update sejumlah hal terkait perkembangan ekonomi kepada Presiden, termasuk surplus perdagangan Indonesia dengan China yang mencapai 8 miliar dolar AS tahun lalu.
2. Jusuf Hamka Juga Mundur
Mengikuti jejak Airlangga, Jusuf Hamka juga memutuskan mundur dari Partai Golkar.
Pengusaha jalan tol Jusuf Hamka mengumumkan keputusannya untuk mundur sebagai kader Partai Golkar per hari ini, Senin (12/8/2024).
Surat pengunduran dirinya pun akan ia serahkan kepada Sekretaris Jenderal Partai Golkar, Letjen (Purn) Lodewijk Paulus, di Kantor DPP Golkar, Slipi, Jakarta Barat, pada hari ini, tepatnya pukul 10.00 WIB.
"Senin, jam 10 pagi, saya menyerahkan surat pengunduran diri kepada Sekjen Golkar di DPP Slipi," kata Jusuf Hamka, Minggu.
Tak hanya mundur sebagai kader Golkar, Jusuf Hamka juga ikut mundur sebagai calon wakil gubernur (cawagub) Jawa Barat (Jabar), yang sempat diamanahkan Golkar kepada dirinya sebelumnya.
Tentang alasan mundur, Jusuf Hamka menyebut ia ingin mengurus keluarga, terlebih pada September nanti ia akan memiliki cucu.
Kabar mundurnya Airlangga Hartarto dari kursi Ketum Golkar pun turut mendorong Jusuf Hamka untuk membuat keputusan ini.
Selain itu, Jusuf Hamka juga ingin berfokus mewujudkan permintaan keluarganya, yakni membangun masjid si seluruh provinsi.
3. DPP Partai Golkar Hormati Keputusan Airlangga
DPP Partai Golkar menghormati keputusan Airlangga yang pilih mundur sebagai Ketum Golkar.
Hal itu dikatakan DPP Golkar dalam konferensi pers terkait mundurnya Airlangga Hartarto.
Konferensi pers tersebut dihadiri oleh Ketua DPP Golkar Meutya Hafid dan Ace Hasan Syadzily, serta Waketum Golkar Adies Kadir dan Ahmad Doli Kurnia.
Dalam konferensi pers tersebut, Partai Golkar menghormati keputusan Airlangga mundur dari kursi Ketua Umum.
DPP akan menggelar rapat pleno membahas pengunduran diri tersebut sekaligus menunjuk pelaksana tugas Ketua Umum Golkar pada Selasa (13/8/2024).