AHY hanya dapat memastikan kalau sejauh ini, Prabowo ada dalam posisi yang sedang memikirkan dengan serius untuk menyusun kabinetnya.
Dan Demokrat akan menjadi bagian dari hal itu dalam upaya mendukung pemerintahan Prabowo-Gibran mendatang.
"Yang tentunya sampai dengan saat ini saya tahu beliau masih sangat serius untuk menyusun langkah-langkah strategis ke depan termasuk penyusunan kabinet," kata AHY.
"Karena pembantu-pembantu beliau tentunya diharapkan bisa benar-benar memberikan dukungan penuh, memberikan nilai tambah dan Demokrat ingin menjadi bagian dari itu semua," sambung dia.
Meski begitu, putra sulung Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) tersebut menyatakan siap jika nantinya diminta Prabowo untuk menduduki posisi menteri apapun.
Termasuk kata dia, soal potensi dirinya menduduki jabatan menteri koordinator yang membawahi beberapa kementerian teknis.
"Oleh karena itu, saya siap ditempatkan dan ditugaskan di mana pun, saya tidak mau berandai-andai, kita tunggu saja apakah atau pun saatnya nanti beliau akan mengumumkannya sendiri," tandas AHY.
Sebagai informasi, beredar isu kalau AHY menjadi salah satu sosok yang akan menduduki jabatan sebagai menteri koordinator di pemerintahan Prabowo-Gibran.
Partai Demokrat merupakan salah satu partai politik yang tergabung dalam Koalisi Indonesia Maju (KIM) selaku pengusung pasangan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka hingga terpilih pada Pilpres 2024.
Munculnya nama AHY itu didasari atas adanya pernyataan dari adik kandung Prabowo Subianto yakni Hashim Djojohadikusumo yang menyebut akan ada empat alumni sekolah Taruna Nusantara (TN) yang menjadi menteri.
Baca juga: Jokowi Berkantor di IKN Mulai Besok Selama 40 Hari
Nama AHY digadang menjadi salah satunya, sebab, Ketua Umum DPP Partai Demokrat itu merupakan salah satu politikus lulusan TN dan saat ini sedang menjabat sebagai Menteri ATR/BPN setelah Demokrat menyatakan gabung di pemerintahan Jokowi-Maruf Amin.
Kendati demikian, hingga saat ini belum diketahui empat nama lulusan TN yang akan menjabat sebagai menteri di pemerintahan Prabowo-Gibran tersebut.
Baca tanpa iklan