TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Nama Marsekal (Purn) TNI Hadi Tjahjanto tengah disorot seiring isu mengenai izin pembangunan pagar laut di Tangerang, Provinsi Banten, yang membentang sepanjang 30,16 km.
Awalnya, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), yang sebelumnya menjabat sebagai Menteri Agraria Tata Ruang (ATR) dan Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN), menyatakan bahwa izin untuk pagar laut tersebut dikeluarkan oleh Menteri ATR pada tahun 2023.
Kemudian, Nusron Wahid, Menteri ATR/BPN saat ini, mengonfirmasi bahwa terdapat Sertifikat Hak Guna Bangunan (SHGB) dan Sertifikat Hak Milik (SHM) yang diterbitkan di kawasan laut Tangerang pada tahun 2022, saat Hadi Tjahjanto menjabat sebagai menteri.
Hadi Tjahjanto adalah pensiunan perwira tinggi (Pati) di dalam TNI Angkatan Udara (AU).
Ia pernah menjadi Kepala Staf TNI AU dan Panglima TNI.
Pada tahun 2021, Hadi Tjahjanto resmi pensiun sebagai Pati TNI AU.
Setelah purnatugas, Hadi Tjahjanto dipercaya Jokowi menjadi Menteri Agraria Tata Ruang (ATR)/Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN).
Kemudian pada Februari 2024, Presiden Jokowi melantik Hadi Tjahjanto sebagai Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) di Istana Negara, Jakarta.
Pelantikan Hadi sebagai Menko Polhukam itu dilakukan berdasarkan pada Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 34P Tahun 2024.
Hadi Tjahjanto dikenal sebagai loyalis Presiden RI ketika itu, Joko Widodo atau Jokowi.
Kedekatan keduanya terjadi ketika Hadi menjabat Komandan Lanud Solo dan Jokowi menjadi wali kota di daerah tersebut.
Pendidikan
Marsekal Hadi Tjahjanto adalah lulusan Akademi Angkatan Udara (AAU) tahun 1986.
Sederet pendidikan militer yang pernah ditempuhnya antara lain adalah AAU (1986), Sekolah Penerbang TNI AU (1987), Sekkau (1995), Seskoau (2001), Sesko TNI (2009), dan PPSA Lemhannas RI (2015).
Hadi Tjahjanto berhasil mendapat gelar Doktor Kehormatan dari Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo pada tahun 2019.
Nama lengkap berikut dengan gelarnya yaitu Marsekal TNI (Purn.) Dr. (H.C.) Hadi Tjahjanto, S.I.P.
Perjalanan karier
Karier Marsekal Hadi Tjahjanto telah malang melintang di dalam kemiliteran tanah air.
Berbagai jabatan strategis di TNI AU sudah pernah diemban Hadi.
Hadi mengawali kariernya sebagai Perwira Penerbang Skadron Udara 4 Pangkalan Udara Abdul Rachman Saleh pada tahun 1986.
Setelah itu, ia sempat menjabat sebagai Kepala Seksi Latihan Skadron 4 Pangkalan Udara Abdul Rachman Saleh (1993), Komandan Flight Ops "A" Flightlat Skuadron Udara 32 Wing 2 Pangkalan Udara Abdul Rachman Saleh (1996), Komandan Flight Skadron Pendidikan 101 Pangkalan Udara Adi Soemarmo (1997).
Ia kemudian menjadi Kepala Seksi Bingadiksis Dispers Pangkalan Udara Adi Soemarmo (1998), Komandan Batalyon III Menchandra Akademi TNI (1998), dan Instruktur Penerbangan Pangkalan Udara Adi Sucipto (1999).
Selain itu, jenderal bintang empat asal Malang ini juga pernah menduduki posisi sebagai Kepala Seksi Keamanan dan Pertahanan Pangkalan Dinas Operasi Pangkalan Udara Adi Sucipto (2000).
Ia sempat dipercaya sebagai Komandan Satuan Udara Pertanian Komando Operasi Angkatan Udara I (2001) dan Kepala Departemen Operasi Sekolah Komando Kesatuan Angkatan Udara (2004).
Hadi tercatat pernah menjadi Kepala Dinas Personel Pangkalan Udara Abdul Rachman Saleh (2006), Kepala Sub Dinas Administrasi Prajurit Dinas Administrasi Persatuan Angkatan Udara (2007), Komandan Pangkalan Udara Adi Soemarmo (2010–2011), dan Perwira Bantuan I/Rencana Operasi TNI (2011).
Karier Hadi Tjahjanto makin moncer setelah ia didapuk menjadi Perwira Menengah Sekretaris Militer Kementerian Sekretaris Negara pada tahun 2011.
Di tahun yang sama, ia kemudian ditunjuk sebagai Direktur Operasi dan Latihan Badan SAR Nasional.
Pada tahun 2013, Hadi lalu diangkat menjadi Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Udara.
Kemudian, Hadi dimutasi untuk mengisi kursi jabatan sebagai Komandan Pangkalan Udara Abdul Rachman Saleh pada tahun 2015.
Pada tahun 2015, Hadi kembali dimutasi menjadi Sekretariat Militer Presiden.
Satu tahun kemudian, ia didapuk untuk menduduki posisi sebagai Inspektur Jenderal Kementerian Pertahanan.
Pada tahun 2017, Hadi kemudian diamanahkan untuk menjabat sebagai Kepala Staf TNI Angkatan Udara.
Barulah setelah itu Marsekal Hadi Tjahjanto diangkat sebagai Panglima TNI.
Jawab isu soal pagar laut
Dikonfirmasi oleh Kompas.com pada Selasa (21/1/2025), Hadi Tjahjanto mengaku baru mengetahui isu ini setelah viral di media sosial.
Ia memilih untuk tidak berkomentar lebih jauh dan menyerahkan klarifikasi kepada Kementerian ATR yang saat ini dipimpin oleh Nusron.
"Saya baru mengetahui berita ini dan mengikuti perkembangannya melalui media," ungkap Hadi.
Ia menambahkan, Kementerian ATR akan melakukan penelitian ke Kantor Pertanahan setempat untuk mengecek apakah prosedur penerbitan hak sudah sesuai dengan ketentuan yang ada.
"Kalau tidak salah, akan melakukan penelitian ke Kantor Pertanahan setempat apakah prosedur penerbitan Hak yang dilakukan oleh Kantor Pertanahan sudah sesuai dengan ketentuan atau tidak," kata Hadi.
Baca tanpa iklan