Pada 28 Februari 2025, Kemenag akan melakukan rukyatul hilal di 125 titik di seluruh Indonesia.
Jika hilal terlihat, maka 1 Ramadhan bisa dimulai pada 1 Maret 2025. Namun, jika tidak, maka puasa baru akan dimulai pada 2 Maret 2025.
"Kalau ada yang menyaksikan bulan (hilal terlihat), kenapa harus ditunda, kalau enggak, ya kita diskusi," tambah Nasaruddin.
Dengan prediksi perbedaan ini, umat Islam di Indonesia berpotensi kembali menjalankan puasa dengan dua tanggal berbeda.
Namun, seperti tahun-tahun sebelumnya, perbedaan ini diharapkan tidak mengurangi semangat persaudaraan dan toleransi di tengah masyarakat.,4 derajat.
Sumber: Tribunnews.com/Kompas.com
Baca tanpa iklan