Gelar Doktor Bahlil Lahadalia

Polemik Disertasi Bahlil Berujung Struktur Organisasi SKSG UI Dirombak, Direktur Baru Ditunjuk

Penulis: Pravitri Retno Widyastuti
Editor: Siti Nurjannah Wulandari
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

POLEMIK DISERTASI BAHLIL - Foto Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia. Buntut polemik disertasi Bahlil, UI merombak struktur organisasi Sekolah Kajian dan Stratejik Global (SKSG). UI menunjuk Prof Supriatna sebagai Direktur SKSG yang baru. Dalam keterangannya, Senin (17/3/2025), Supriatna mengatakan tata kelola serta peningkatan kualitas pendidikan di SKSG juga akan dilakukan.
POLEMIK DISERTASI BAHLIL - Foto Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia. Buntut polemik disertasi Bahlil, UI merombak struktur organisasi Sekolah Kajian dan Stratejik Global (SKSG). UI menunjuk Prof Supriatna sebagai Direktur SKSG yang baru. Dalam keterangannya, Senin (17/3/2025), Supriatna mengatakan tata kelola serta peningkatan kualitas pendidikan di SKSG juga akan dilakukan.

TRIBUNNEWS.com - Polemik disertasi Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, berdampak pada Sekolah Kajian Stratejik dan Global (SKSG) Universitas Indonesia (UI).

UI merombak struktur organisasi SKSG dan menunjuk Prof Supriatna sebagai Direktur yang baru.

Selain perombakan struktur organisasi, perbaikan tata kelola di SKSG UI turut dilakukan.

"Pembenahan ini dimulai dengan penunjukan direktur baru, perombakan struktur organisasi, perbaikan tata kelola, termasuk seleksi dosen dan mahasiswa, serta peningkatan kualitas pelayanan pendidikan di SKSG," jelas Supriatna dalam keterangan resminya, Senin (17/3/2025), dikutip dari Kompas.com.

Sebelumnya, pada Jumat (7/3/2025), UI mengumumkan keputusan mengenai disertasi Bahlil.

Lima pihak, termasuk Bahlil, dijatuhi sanksi pembinaan buntut pelanggaran akademik dan etik dalam proses pembuatan disertasi Menteri ESDM tersebut.

Baca juga: Anggap Kasus Disertasi Bahlil Kejadian Luar Biasa, Guru Besar FH UI: Melukai Martabat Kami

Lima pihak itu adalah promotor, co-promotor, Direktur dan Kepala Program Studi Kajian Stratejik dan Global (SKSG) Universitas Indonesia (UI), serta Bahlil.

Keputusan ini diambil berdasarkan kesepakatan empat organ besar UI, yaitu Senat Akademik Universitas, Dewan Guru Besar (DGB) UI, Badan Penjaminan Mutu Akademik, serta tim khusus peningkatan mutu akademik SKSG.

"Pembinaan kepada promotor, co-promotor, Direktur, Kepala Program Studi, dan juga mahasiswa yang terkait," kata Rektor UI, Heri Hermansyah, dalam jumpa pers di Fakultas Kedokteran (FK) UI, Jakarta, Jumat (7/3/2025).

"Pembinaan sesuai tingkat pelanggaran akademik dan etik yang dilakukan, proporsional, secara objektif," imbuh dia.

Lebih lanjut, Heri mengatakan, sanksi pembinaan itu berupa penundaan kenaikan pangkat untuk empat pihak, selain Bahlil, hingga mewajibkan meminta maaf kepada civitas akademik UI.

"Pembinaan ini dilakukan mulai dari penundaan kenaikan pangkat untuk jangka waktu tertentu."

"Pembinaan permohonan maaf kepada pada civitas akademik UI, dan juga peningkatan kualitas disertasi serta publikasi ilmiah," urai Heri.

Sementara itu, Bahlil diminta merevisi disertasinya yang berjudul "Kebijakan, Kelembagaan, dan Tata Kelola Hilirisasi Nikel yang Berkeadilan dan Berkelanjutan di Indonesia".

Halaman
12
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini