News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Kelompok Bersenjata di Papua

Guru Tewas Diserang KKB di Papua, DPR: Ancaman Serius Sektor Pendidikan

Penulis: Fersianus Waku
Editor: Theresia Felisiani
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

EVAKUASI KORBAN OPM - TNI telah melakukan evakuasi terhadap tenaga pengajar dan tenaga kesehatan pasca serangan yang dilakukan oleh Organisasi Papua Merdeka (OPM) di Distrik Anggruk, Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan. Serangan yang terjadi pada Jumat (21/3/2025). Aksi kekerasan yang menewaskan seorang guru di Papua merupakan ancaman serius bagi sektor pendidikan.

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ketua Komisi X DPR RI, Hetifah Sjaifudian mengatakan, aksi kekerasan yang menewaskan seorang guru di Papua merupakan ancaman serius bagi sektor pendidikan.

Selain guru, beberapa tenaga kesehatan atau nakes juga mengalami luka-luka setelah diserang Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Distrik Anggruk, Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan, Jumat (21/3/2025).

"Kami sangat prihatin dan mengecam terhadap aksi kekerasan yang menimpa para guru dan tenaga kesehatan di Papua," kata Hetifah kepada Tribunnews.com, Minggu (23/3/2025).

Hetifah menegaskan, kekerasan tersebut merupakan bentuk ancaman serius bagi sektor pendidikan dan kesehatan.

"Kejadian ini bukan hanya telah mengakibatkan meninggalnya mereka yang sedang menjalankan tugas mulia, tetapi juga mencerminkan ancaman serius terhadap sektor pendidikan dan kesehatan di wilayah itu," ujarnya.

Dia mendesak pemerintah serta aparat keamanan untuk segera meningkatkan perlindungan bagi para tenaga pendidik dan kesehatan, terutama di daerah yang rawan konflik.

"Pemerintah harus segera mengambil langkah tegas untuk memastikan keamanan dan perlindungan bagi para guru, tenaga kesehatan, serta warga sipil lainnya di Papua," ujar Hetifah.

Baca juga: OPM Bunuh Guru dan Tenaga Kesehatan di Yahukimo Papua, Mabes TNI: Tindakan Biadab dan Pengecut

Menurut Hetifah, pendekatan keamanan saja tidak cukup untuk menyelesaikan persoalan di Papua. 

Dia menilai bahwa pemerintah perlu mencari solusi yang lebih komprehensif melalui pembangunan yang inklusif, pemerataan pendidikan, serta dialog dengan seluruh elemen masyarakat.

"Kami mengusulkan agar ada program khusus untuk memberikan dukungan psikologis dan materiil kepada keluarga korban, terutama para tenaga pendidik dan tenaga kesehatan yang masih bertugas di Papua, penting untuk memastikan bahwa upaya mencerdaskan kehidupan bangsa dan meningkatkan kesehatan masyarakat, tidak terganggu," tegasnya.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini