TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kabag Ops Korlantas Polri Kombes Pol Aris Syahbudin mengatakan masih terjadi kepadatan arus lalu lintas hingga H+2 lebaran di ruas tol Trans Jawa.
“Kemarin memang terjadi sedikit peningkatan arus lalu lintas terkait dengan masih adanya masyarakat yang melaksanakan mudik,” kata Aris kepada wartawan di NTMC Polri, Pancoran, Jakarta Selatan, Rabu (2/4/2025).
Peningkatan arus, lanjut Aris, juga terjadi pada jalur yang mengarah kembali ke Jakarta. Meski begitu, ia menegaskan situasi masih kondusif.
“Tapi pagi ini secara umum situasi kondusif,” jelasnya.
Kepadatan lalu ini disebabkan oleh masih adanya masyarakat yang belum kembali ke kampung halamannya.
Aris menjelaskan, hampir 1,9 juta kendaraan sudah keluar dari Jakarta.
Angka tersebut hampir memenuhi prediksi jumlah kendaraan yang diperkirakan akan meninggalkan ibu kota selama arus mudik Lebaran.
Baca juga: Mudik ke Ciamis, Ibu Asal Pengalengan dan Bayinya Umur 4 Bulan Ditinggal Suami di Masjid Tasikmalaya
Selain itu, kepadatan juga disebabkan karena bangkitan arus lalu lintas dari arah sebaliknya.
Hal ini membuat pihak kepolisian tidak dapat secara maksimal menerapkan rekayasa lalu lintas seperti contra flow.
“Bangkitan arus dari arah sebaliknya cukup signifikan, sehingga kami tidak bisa maksimal dalam pelaksanaan contraflow atau manajemen rekayasa lalu lintas yang dilakukan,” ujarnya.
Selain itu, pihak kepolisian juga telah menghentikan pelaksanaan skema one way nasional untuk arus mudik.
Dengan penutupan skema tersebut, pihak kepolisian harus melakukan rekayasa lalu lintas di jalur-jalur yang terbatas guna mengatur pergerakan kendaraan agar tetap lancar.