News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Sebut Junjung Demokrasi, Prabowo Blak-blakan Pernah Dipecat saat Pimpin Pasukan Terkuat

Penulis: Galuh Widya Wardani
Editor: Garudea Prabawati
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

PERTEMUAN PRABOWO - ERDOGAN - Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto, melakukan pertemuan bilateral dengan Presiden Turkiye, Recep Tayyip Erdogan, di Istana Kepresidenan Turkiye, Kamis (10/4/2025).

TRIBUNNEWS.COM - Presiden RI Prabowo Subianto menceritakan kisah tentang dirinya yang pernah dipecat dari Tentara Nasional Indonesia (TNI), dalam momen lawatan kenegaraan di Turki.

Dalam acara Antalya Diplomacy Forum (ADF) di Turki, Jumat (11/4/2025), ia menceritakan saat dirinya menjadi tentara yang harus percaya dan patuh pada sistem pemerintahan yang berjalan. 

Kala itu, ia pernah diminta Presiden untuk mundur dari militer atau dipecat.

Sebagai prajurit yang taat konstitusi, ia pun patuh dan melakukannya. 

Padahal saat itu Prabowo mengaku memimpin pasukan militer terkuat di Indonesia.

"Saya pernah menjadi tentara. Seorang jenderal. Pernah memimpin pasukan militer terkuat di Indonesia, tapi kemudian saya diminta untuk mundur."

"Secara langsung, saya dipecat, tapi saya pernah bersumpah untuk menjunjung tinggi konstitusi dan konstitusi mengatakan dengan tegas bahwa presiden memiliki kekuasaan tertinggi atas angkatan bersenjata. Jadi ketika presiden saya meminta saya untuk mundur, saya langsung berkata: Siap, Pak! Tanpa ragu," kata Prabowo.

Tindakan yang ia ambil itu, kata Prabowo, menunjukkan bahwa dirinya percaya kepada sistem berbasis aturan. 

Dirinya percaya pada sistem demokrasi. 

Prabowo kemudian mencontohkan sikap kepercayaan terhadap sistem demokrasi. 

Termasuk soal prosesnya menjadi Presiden Indonesia, ia pernah mencalonkan diri pada pemilihan Presiden dan Wakil Presiden selama empat kali, tiga di antaranya kalah.

Baca juga: Momen Erdogan Dampingi Prabowo Sapa Mahasiswa Indonesia di Turki

Menurutnya, hal itu adalah bagian dari sikap demokrasinya yang menerima kekalahan.

Hingga, kini ia berada di titik puncak tertinggi menjadi seorang pemimpin negara.

"Jadi, apa yang ingin saya sampaikan adalah, saya percaya pada demokrasi," kata Prabowo.

Bagi Indonesia dan negara-negara berkembang di kawasan selatan (Global South), lanjut Prabowo, sangat menaruh harapan kepada sistem demokrasi. 

Halaman
123
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini