News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Hari Raya Waisak

Pengertian Tradisi Pindapata untuk Sambut Perayaan Hari Raya Waisak

Penulis: Oktaviani Wahyu Widayanti
Editor: Nuryanti
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

WAISAK - Pementasan teater musikal Siddartha The Musical dalam rangka merayakan Hari Raya Trisuci Waisak 2568 BE di Gedung Theatre JIExpo Kemayoran, Jakarta, Jumat (24/5/2024) malam. Simak pengertian mengenai perayaan Hari Raya Waisak, Pindapata yang dilaksanakan umat Budha.

TRIBUNNEWS.COM - Berikut pengertian tentang tradisi Pindapata dalam menyambut Waisak.

Hari Raya Waisak 2569 BE pada tahun ini jatuh pada Senin, 12 Mei 2025.

Waisak merupakan hari suci bagi seluruh umat Buddha.

Hari Raya Waisak biasanya juga menjadi waktu untuk merefleksikan ajaran-ajaran Buddha.

Hari Raya Waisak berasal dari dua bahasa yaitu Vaisakha (Sansekerta) dan Vesakha (Pali) yang berarti nama bulan dalam kalender Buddhis.

Untuk memeriahkan peringatan Hari Raya Waisak, terdapat beberapa tradisi yang bisa dilaksanakan, di antaranya tradisi Pindapata.

Baca juga: Twibbon Peringatan Hari Raya Waisak 2569 BE Tahun 2025, Cocok Dibagikan di Sosial Media

Pengertian Tradisi Pindapata

Mengutip bali.kemenag.go.id, pindapata merupakan suatu tradisi yang dilakukan oleh para Buddha.

Pindapata adalah tradisi turun temurun yang masih dilakukan hingga saat ini.

Pindapata berasal dari bahasa Pali, 'pindapatta'.

Pinda artinya menerima dana makanan, sementara patta atau patra artinya mangkok (sarana) yang digunakan oleh para Bhikkhu.

Tradisi Pindapata ini masih tetap dilaksanakan di beberapa negara.

Thailand, Kamboja, Myanmar, dan Srilangka, dan di Indonesia masih melaksanakan tradisi Pindapata ini.

Tradisi ini sudah jarang dilaksanakan karena banyak faktor yang tidak mendukung.

Baca juga: Makna dari Perayaan Hari Raya Waisak dalam Tradisi Budha, Lengkap dengan Sejarahnya

Dikutip dari sariputta.com, awalnya pada zaman Sang Buddha, patta ini terbuat dari sejenis buah labu yang disayat bagian atasnya, lalu dikerok bagian tengah atau isinya dibuang. 

Kemudian bagian kulitnya dikeringkan sehingga berbentuk sebuah mangkok yang cukup besar.

Halaman
12
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini