News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Hari Raya Waisak

Tradisi Pelepasan Lampion di Hari Raya Waisak, Ini Makna dan Filosofinya

Penulis: Farrah Putri Affifah
Editor: Garudea Prabawati
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Peserta Festival Lampion Waisak menyalakan lampion, Candi Borobudur, Kamis 923/5/2024). Di Indonesia, salah satu tradisi paling ikonik dalam perayaan Waisak adalah pelepasan lampion ke langit malam.

Tradisi ini bukan hanya menjadi daya tarik wisata spiritual, tetapi juga merupakan bagian penting dari rangkaian peribadatan Hari Tri Suci Waisak bagi umat Buddha.

Acara ini terbuka untuk umum, dan biasanya diadakan dengan sistem donasi untuk penerbangan lampion.

Peserta yang mengikuti penerbangan lampion di Borobudur harus menggunakan pakaian serba putih.

Bagian dari Rangkaian Waisak Nasional

Pelepasan lampion di Borobudur biasanya dilakukan setelah prosesi utama Hari Raya Waisak selesai, yaitu:

  • Pengambilan Api Dharma dari Mrapen
  • Pengambilan Air Berkah dari Umbul Jumprit
  • Kirab Waisak dari Candi Mendut ke Candi Borobudur
  • Detik-detik Waisak (yang menandai bulan purnama)
  • Pradaksina, yaitu mengelilingi Candi Borobudur sebanyak tiga kali searah jarum jam
  • Setelah itu, lampion-lampion dilepaskan ke langit malam sebagai penutup spiritual dan simbolis yang sangat bermakna.

(Tribunnews.com/Farrah)

Artikel Lain Terkait Festival Lampion Waisak

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini