Pernyataan Fadli Zon ini muncul di tengah penyusunan versi terbaru Sejarah Nasional Indonesia oleh Kementerian Kebudayaan yang akan diluncurkan pada 17 Agustus 2025.
Lebih dari 100 sejarawan dari berbagai universitas dilibatkan dalam proyek tersebut.
Buku sejarah baru itu akan mencakup narasi penting sejak prasejarah hingga masa pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Presiden Joko Widodo (Jokowi).
Baca tanpa iklan