Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya pendidikan sebagai fondasi. Sekolah, menurutnya, harus menjadi bengkel persaudaraan yang menanamkan toleransi sejak dini.
Dalam konteks disrupsi digital, ia menyerukan agar teknologi dan kecerdasan buatan tidak memperlebar jurang, tetapi justru untuk membangun jembatan.
"Kita harus gunakan teknologi untuk persaudaraan. Media sosial harus menyebarkan cinta, bukan kebencian. Kecerdasan buatan bisa membantu mendeteksi konflik sebelum pecah. Platform digital bisa menyambungkan hati lintas samudra," pungkasnya.
Baca tanpa iklan