News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Profil dan Jejak Politik Puan Maharani, Dari Keluarga Proklamator ke Panggung Nasional

Penulis: Rakli Almughni
Editor: Febri Prasetyo
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Ketua DPR RI sekaligus Ketua DPP PDI Perjuangan (PDIP) bidang Politik, Puan Maharani menutup acara Pembekalan Anggota DPR RI hingga DPRD Provinsi dan Kabupaten/Kota fraksi PDIP dari seluruh Indonesia yang diadakan di Bali, Kamis (30/7/2025) malam.

TRIBUNNEWS.COM - Puan Maharani merupakan salah satu tokoh politik paling berpengaruh di Indonesia saat ini.

Sebagai Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) periode 2019–2024, ia menjadi perempuan pertama yang menduduki jabatan tertinggi di lembaga legislatif tersebut.

Kiprahnya di dunia politik tak lepas dari latar belakang keluarga yang kuat dalam sejarah bangsa.

Lahir di Jakarta pada 6 September 1973, Puan adalah putri dari Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri dan Taufiq Kiemas, mantan Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR).

Ia juga cucu dari Presiden pertama Republik Indonesia, Ir. Soekarno.

Dengan latar belakang tersebut, Puan tumbuh dalam lingkungan yang sarat dengan nilai-nilai politik dan nasionalisme, yang kemudian membentuk karakter dan arah perjuangannya di panggung politik nasional.

Karier politik Puan dimulai saat ia menjadi anggota DPR RI dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) pada 2009.

Ia kemudian menjabat sebagai Ketua Fraksi PDIP di DPR RI pada 2012–2014. Pada masa pemerintahan Presiden Joko Widodo, Puan dipercaya sebagai Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan dari 2014 hingga 2019.

Dalam posisi tersebut, ia mengawal berbagai program strategis seperti Kartu Indonesia Pintar, Kartu Indonesia Sehat, dan Program Keluarga Harapan.

Sebagai Ketua DPR RI, Puan memimpin lembaga legislatif dalam berbagai dinamika politik nasional, termasuk pembahasan undang-undang strategis dan pengawasan terhadap jalannya pemerintahan.

Ia juga aktif dalam diplomasi parlemen, menjalin hubungan dengan parlemen negara lain, serta mendorong penguatan peran perempuan dalam politik dan pengambilan keputusan publik.

Meski kiprahnya tak lepas dari sorotan dan kritik publik, Puan tetap menjadi figur sentral dalam PDIP dan politik nasional.

Pengaruhnya disebut-sebut akan terus berlanjut, terutama menjelang kontestasi politik 2029.

Dengan pengalaman panjang dan jejaring politik yang kuat, Puan Maharani menjadi salah satu tokoh yang diperhitungkan dalam arah masa depan kepemimpinan Indonesia.

Riwayat Pendidikan

Ketika sekolah dasar (SD), Puan Maharani menjalani kehidupan yang relatif normal, meskipun merupakan cucu dari presiden pertama Soekarno.

Halaman
123
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini