News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Cegah Keracunan di Program Makan Bergizi Gratis, BGN Terbitkan Modul Bagi Penjamah Pangan

Penulis: Rina Ayu Panca Rini
Editor: Hasiolan Eko P Gultom
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

MODUL PENJAMAH PANGAN - Deputi Bidang Penyediaan dan Penyaluran BGN Brigjen (purn) Suardi Samiran, S.Sos mengatakan, keamanan pangan menjadi pilar utama keberhasilan pelaksanaan MBG. Makanan yang disajikan harus memenuhi standar mutu dan keamanan yang tepat sesuai kebutuhan gizi penerima manfaat. Karena itu peran penjamah makanan sangat penting. BGN launching Modul Pelatihan Standar Gizi dan Keamanan Pangan Siap Saji bagi Penjamah Pangan di SPPG di Westin Hotel, Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa (5/8/2025). 

Cegah Keracunan MBG, BGN Terbitkan Modul bagi Penjamah Pangan di SPPG

Laporan wartawan Tribunnews.com, Rina Ayu

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Badan Gizi Nasional (BGN RI) memperketat pengawasan dan pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) usai insiden keracunan di sejumlah daerah, diantaranya terkait penjamah pangan di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Program MBG merupakan upaya Presiden Prabowo Subianto untuk memperkuat pembangunan sumber daya manusia (SDM).

MBG bertujuan untuk mengatasi masalah gizi buruk dan stunting di Indonesia, sekaligus mendukung tumbuh kembang anak-anak, kesehatan ibu hamil dan ibu menyusui, serta meningkatkan kualitas pendidikan di tanah air.

Baca juga: Badan Gizi Nasional Belum Putuskan Sanksi ke SPPG Usai Keracunan MBG di Kupang

Deputi Bidang Penyediaan dan Penyaluran BGN Brigjen (purn) Suardi Samiran, S.Sos mengatakan, menyebut, keamanan pangan menjadi pilar utama keberhasilan pelaksanaan MBG.

Makanan yang disajikan harus memenuhi standar mutu dan keamanan yang tepat sesuai kebutuhan gizi penerima manfaat.

“Keamanan pangan dan gizi saling erat untuk mempertahankan kualitas yang baik,” kata dia dalam Launching Modul Pelatihan Standar Gizi dan Keamanan Pangan Siap Saji bagi Penjamah Pangan di SPPG di Westin Hotel, Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa (5/8/2025).

Suardi menerangkan, penjamah pangan berperan penting dalam menjaga keamanan pangan.

Dalam modul itu disampaikan salah satunya terkait seorang penjamah makanan harus menerapkan higiene perorangan yang dimulai dari sebelum berangkat kerja hingga selama berada di tempat pengolahan pangan (TPP).

Saat berangkat kerja, penjamah pangan harus memastikan diri bebas dari penyakit menular seperti diare, influenza, tifus, hepatitis A, TBC, Covid-19 dan penyakit lainnya.

Jika ada luka terbuka harus ditutup.

Sesampainya di TPP, penjamah makanan harus mengganti baju kerja mereka.

Mereka dilarang penggunaan baju kerja itu dari rumah.

Penjamah pangan harus memastikan diri bersih.

Halaman
12
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini