Hal ini, kata Trunoyudo, perekrutan kelompok teror berjalan senyap dan disamarkan melalui kegiatan sosial.
"Penangkapan terhadap tersangka memberikan fakta bahwa kelompok teror masih aktif melakukan kegiatan dan memiliki potensi ancaman, baik ancaman aksi teror maupun penyebaran paham radikalisme," tuturnya.
Selain teroris, Densus 88 juga menyita barang bukti yaitu barang bukti elektronik, dokumen pergerakan kelompok teror, senjata tajam, buku rekening hingga paspor.
Baca tanpa iklan