Namun jika premiks dikurangi, maka biskuit hanya menyumbang kalori kosong dari tepung dan gula, tanpa manfaat gizi mikro yang dibutuhkan tubuh. Hal ini berisiko membuat intervensi gizi gagal mencapai tujuannya.
Baca juga: Di Tengah Isu Penggeledahan Rumah Jampidsus, Muncul Kabar Penculikan dan Penganiayaan Anggota Polri
Nutrisi yang Dipertanyakan, Masa Depan yang Dipertaruhkan
Biskuit yang seharusnya menjadi intervensi gizi justru berisiko menjadi simbol kegagalan sistemik jika tidak ditangani secara transparan dan akuntabel.
Penyelidikan KPK atas dugaan manipulasi PMT menjadi refleksi penting: ketika nutrisi dipertanyakan, masa depan anak Indonesia ikut dipertaruhkan.
Baca tanpa iklan