News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Hari Olahraga Nasional

Hari Olahraga Nasional Diperingati 9 September 2025, Simak Tema, Filosofi Logo dan Sejarah Haornas

Penulis: Oktaviani Wahyu Widayanti
Editor: Sri Juliati
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

PERINGATAN HAORNAS 2025 - Grafis Peringatan Haornas 2025 dibuat melalui Canva pada Senin (8/9/2025) berikut sejarah, tema, dan filosofi logonya.

TRIBUNNEWS.COM - Hari Olahraga Nasional (Haornas) akan segera diperingati besok, Selasa (9/9/2025).

Peringatan Haornas diperingati satu tahun sekali setiap 9 September.

Penentuan tanggal Haornas ditetapkan melalui Keputusan Presiden Republik indonesia Nomor 67 Tahun 1983.

Mengutip dari kemenpora.go.id, tahun ini peringatan Hari Olahraga Nasional mengusung tema 'Olahraga Satukan Kita'.

HAORNAS XLII Tahun 2025 diharapkan menjadi momentum untuk membangun persatuan Indonesia melalui olahraga di tengah dinamika sosial politik yang terjadi akhir–akhir ini.

Baca juga: 30 Link Twibbon Hari Olahraga Nasional atau Haornas 2024, Diperingati Setiap 9 September

Sejarah Hari Olahraga Nasional

Haornas pertama kali diperingati pada tahun 1983 sebagai wujud penghormatan terhadap sejarah olahraga Indonesia.

Dikutip dari kemendikasmen.go.id, peringatan Haornas dilatarbelakangi oleh kegiatan Pekan Olahraga Nasional (PON). 

Saat itu, Indonesia yang baru merdeka dan ingin menunjukkan kepada dunia internasional bahwa negara ini mampu menggelar kompetisi olahraga berskala besar. 

Dikutip dari dispora.sumutprov.go.id, awalnya Hari Olahraga Nasional dicetuskan saat penyelenggaraan Pekan Olahraga Nasional (PON) I pada 9 – 12 September 1948 di kota Surakarta, Jawa Tengah.

Tanggal 9 September 1948 menjadi pembukaan ajang olahraga tersebut dan ditetapkan pula untuk setiap tahunnya sebagai Hari Olahraga Nasional oleh warga Indonesia.

Pada saat itu PON I digelar karena pada tahun 1948 atlet-atlet Indonesia tidak bisa mengikuti kompetisi olahraga dunia Olimpiade XIV/1948 di kota London, Inggris.

Pada saat itu kemerdekaan dan kedaulatan Indonesia belum belum diperoleh pengakuannya oleh dunia serta paspor Indonesia juga tidak diakui oleh Pemerintah Inggris.

Namun mereka bisa berpartisipasi dengan ajang kompetisi dunia tersebut jika menggunakan paspor Belanda.

Penolakan itulah yang akhirnya membuat Persatuan Olahraga Republik Indonesia (PORI) memutuskan untuk menyelenggarakan kompetisi dalam negeri yang diberi nama Pekan Olahraga Nasional.

Hal ini sebagai bukti untuk menunjukkan kepada mata dunia bahwa bangsa Indonesia sanggup mengadakan acara olahraga dengan skala nasional.

Halaman
12
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini