TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Direktur Eksekutif Lembaga Kajian Strategis Kepolisian Indonesia (Lemkapi) Dr Edi Hasibuan menyambut baik pembentukan Tim Transformasi Reformasi Polri yang dibuat Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.
Lemkapi adalah lembaga independen yang didirikan pada tahun 2016 oleh Dr Edi Saputra Hasibuan, setelah menyelesaikan masa tugasnya sebagai komisioner Kompolnas periode 2012–2016.
Baca juga: Tim Transformasi Berisi Anggota Polri, ISESS: Analoginya Tak Mungkin Dokter Operasi Dirinya Sendiri
Lemkapi berperan sebagai think tank yang fokus pada isu-isu strategis seputar kepolisian, hukum, dan keamanan, termasuk melakukan kajian dan riset terhadap kinerja Polri hingga memberikan rekomendasi kebijakan untuk meningkatkan profesionalitas dan pelayanan publik oleh kepolisian.
Menurut Edi, Kapolri menunjuk Komjen Pol Chryshnanda sebagai Ketua Tim Transformasi Reformasi Polri yang beranggotakan 52 jenderal dan perwira menengah polisi terbaik Polri.
Baca juga: Mahfud Setuju Gabung ke Tim Reformasi Polri Bentukan Prabowo usai Bertemu Seskab Teddy
"Kita sambut baik dibentuknya Tim Transformasi Reformasi Polri yang dibentuk Kapolri. Melihat sosok Ketua Tim Komjen Pol Chrysnanda selama ini dinilai berintegritas baik. Dia juga merupakan guru besar ilmu kepolisian di PTIK (Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian). Tim Polri ini diyakini akan bekerja maksimal dalam memperbaiki kinerja Polri agar ke depan semakin baik," kata Edi Hasibuan di Jakarta, Selasa (23/9/2025).
Edi Hasibuan yang merupakan mantan anggota Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) mengatakan tim Transformasi Reformasi Polri ini dibentuk Kapolri untuk merespons keinginan masyarakat yang disampaikan kepada Presiden soal perlunya reformasi Polri.
Melihat harapan dan masukan masyarakat, Kapolri kemudian membentuk Tim Transformasi Reformasi Polri dengan harapan bisa membantu dan melakukan koordinasi dengan tim Reformasi Polri yang dibentuk Presiden Prabowo Subianto.
Menurut Edi Hasibuan, secara umum, reformasi sudah banyak dilakukan institusi Polri agar kinerjanya semakin baik.
Ketua Program Studi Magister Hukum Universitas Bhayangkara Jakarta ini melihat selama ini Kapolri terus berupaya melakukan pembenahan.
Kapolri secara terbuka kerap menerima masukan masyarakat dan menjadikan kritikan publik sebagai bahan evaluasi Polri.
"Kita harapkan Tim Transformasi Reformasi Polri ini segera bekerja dan kita harapkan kinerja Polri semakin bagus," ujar Ketua Asosiasi Dosen Ilmu Hukum dan Kriminologi Indonesia (ADIHGI) ini.
Menurut Edi Hasibuan, berdasarkan penelitian Lemkapi, reformasi struktural dan instrumental Polri sudah berjalan baik.
Namun demikian, untuk reformasi kultural Polri masih perlu ditingkatkan.
"Kita dukung Polri terus melakukan pembenahan untuk peningkatan kinerjanya," ucap dia.
Polri resmi membentuk tim transformasi reformasi Polri yang beranggotakan 52 orang sesuai dengan Surat Perintah (Sprin) Kapolri Nomor Sprin/2749/IX/2025 tertanggal 17 September 2025.
Baca tanpa iklan