Dengan adanya pemahaman atau pembelajaran soal keamanan pangan dan gizi, maka siswa diharapkan bisa lebih dahulu melakukan kontrol terhadap menu MBG yang diberikan.
Kata dia, siswa bisa saja nantinya mendeteksi lebih dini soal layak atau tidaknya menu MBG yang disajikan setiap harinya.
"Supaya nanti anak-anak juga tahu. Gak usah diajarin gurunya. ‘Pak ini sudah gak sehat nih, jadi saya gak makan’ dan melaporkannya. Sehingga fungsi kontrolnya lebih baik lagi," kata dia.
Hal serupa kata Budi Gunadi pernah dilakukan saat pemerintah ingin menekan angka gagal tumbuh anak atau stunting.
Menurut dia, pemerintah memasukkan pemahaman soal stunting dalam Kurikulum Merdeka saat Nadiem Makarim menjabat sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI.
Baca tanpa iklan