News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Mushola Ambruk di Sidoarjo

5 Tragedi Bangunan Ambruk di Indonesia 2020-2025, Terbaru Ponpes Al Khoziny

Penulis: Wahyu Gilang Putranto
Editor: Suci BangunDS
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

PONPES AMBRUK - Alat berat dioperasikan pada proses evakuasi ambruknya bangunan Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny di Sidoarjo, Jawa Timur pada Senin, 29 September 2025. Sejumlah peristiwa bangunan ambruk terjadi di Indonesia dalam periode 2020-2025 dan menimbulkan korban, baik luka-luka maupun meninggal dunia.

TRIBUNNEWS.COM - Sejumlah peristiwa bangunan ambruk terjadi di Indonesia dalam periode 2020-2025 dan menimbulkan korban, baik luka-luka maupun meninggal dunia.

Terbaru, tragedi bangunan ambruk terjadi di Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny Sidoarjo, Jawa Timur pada Senin, 29 September 2025.

Berdasar data Badan Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) per 7 Oktober 2025, jumlah korban meninggal mencapai 67 orang, termasuk delapan potongan tubuh (body part).

Sementara itu, tragedi bangunan ambruk lainnya terjadi pada rumah toko (ruko), minimarket, hingga atap sekolah.

Berikut setidaknya lima insiden bangunan roboh yang menimbulkan korban pada periode 2020-2025 di Indonesia.

1) Ruko Ambruk di Slipi (2020)

GEDUNG ROBOH SLIPI - Gedung roboh di Jalan Brigjen Katamso, Kota Bambu Selatan, Palmerah, Jakarta Barat, Senin (6/1/2020) pagi. (KOMPAS.com/BONFILIO MAHENDRA WAHANAPUTRA LADJAR)

Pada Senin, 6 Januari 2020, sebuah bangunan empat lantai di kawasan Slipi, Jalan Brigjen Katamso, Kota Bambu Selatan, Palmerah, Jakarta Barat, roboh.

Lantai dasar digunakan untuk sebuah minimarket waralaba.

Sementara itu, lantai dua dan tiga digunakan untuk mess karyawan.

Sedangkan lantai empat tidak digunakan.

Kejadian ini mengakibatkan tiga orang mengalami luka-luka.

Baca juga: Pasca-Robohnya Ponpes Al-Khoziny, Pemerintah Bentuk Satgas Penataan Pembangunan Pesantren 

Penyebab robohnya bangunan tersebut, diduga kuat karena pelapukan.

Kepala Bidang Balistik dan Metalurgi Forensik (Balmetfor) Puslabfor Polri saat itu, Kombes Pol Ulung Kanjaya menyebut, proses korosi atau pelapukan bangunan akibat perkaratan besi rangka.

Pelapukan tersebut, diungkapkan Ulung sudah berlangsung lama.

"Sudah cukup lama karena lihat dari bentuk korosinya sampai separuh baja itu sudah kemakan," kata Ulung kepada wartawan di lokasi gedung ambruk, 7 Januari 2020.

Saking lamanya pelapukan tersebut, besi rangka pada bangunan yang kini digunakan minimarket itu sudah mengalami deformasi atau berubah bentuk.

Halaman
1234
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini