TRIBUNNEWS.COM - Ketua Umum Gerakan Rakyat Sahrin Hamid mengklarifikasi pernyataan Anies Baswedan soal pembagian jabatan di pemerintahan Presiden RI Prabowo Subianto - Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka.
Sebagai informasi, Mantan Calon Presiden RI di Pemilihan Presiden atau Pilpres 2024 itu sempat menyinggung soal pemerintahan Prabowo yang saat ini menurutnya semakin jauh dari prinsip integritas dan meritokrasi.
Anies menyebut, jabatan publik tidak lagi ditentukan oleh kompetensi atau kemampuan, melainkan karena koneksi alias kedekatan politik maupun kepentingan kekuasaan, menyiratkan adanya praktik transaksional dalam birokrasi dan politik.
Ia pun mempertanyakan, kapan Indonesia bisa menjadi negara maju jika banyak tugas publik yang diberikan kepada orang yang kompetensinya tidak sesuai.
Hal itu disampaikan Anies saat menjadi keynote speaker dalam Dialog Kebangsaan yang digelar DPW Gerakan Rakyat Jawa Tengah di Ballroom UTC Semarang, Rabu (8/10/2025).
“Banyak tanggung jawab publik hari ini diberikan bukan karena kompetensi, tapi karena koneksi. Kalau begini, kapan negeri ini bisa maju kalau tugas-tugas publik diberikan kepada orang-orang yang kompetensinya tidak nyambung, bahkan di bawah standar?” tutur Anies, dilansir Kompas.com.
Adapun statement ini dilontarkan Anies Baswedan, tak sampai satu bulan setelah Prabowo menyentil namanya ketika berpidato di penutupan Musyawarah Nasional (Munas) VI Partai Keadilan Sejahtera (PKS) di Hotel Sultan, Jakarta, Senin (29/9/2025).
Saat itu, Prabowo mengaku tidak dendam kepada Anies yang sempat memberinya nilai 11 dari 100 dalam Debat Calon Presiden jelang Pilpres 2024 lalu.
"Saudara-saudara ya politik seperti itu politik juga harus ramai. Enggak ada masalah. Aku tuh terus terang aja, saya tuh enggak dendam sama Anies, enggak. Kalau dikasih nilai 11 gue tuh nggak apa-apa, eh bener loh," ujar Prabowo.
Malahan, Prabowo menilai, Anies memiliki peran langsung dalam kemenangan dirinya di Pilpres 2024. Sebab, banyak ibu-ibu yang merasa simpati kepada Prabowo lantaran diberi nilai 11.
"Sebetulnya dia yang bantu aku menang karena emak-emak kasihan iya kan? Saudara-saudara kalau debat presiden bla bla bla kan enggak menarik, rakyat seneng liat ramai-ramai seneng, bener enggak? Jujur. Iya kan?" pungkasnya.
Baca juga: Riza Patria Balas Kritik Anies Baswedan: Semua Presiden Punya Cara Masing-masing Susun Kabinet
Sahrin Hamid: Ucapan Anies soal Jabatan Diberi karena Koneksi Bukanlah Sindiran
Sahrin Hamid, yang saat ini juga menjabat sebagai komisaris Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) PT Jakarta Propertindo (Perseroda) atau Jakpro, menyebut pernyataan Anies tersebut bukanlah sindiran.
Menurut Sahrin, justru Anies lewat pernyataannya itu menjalankan fungsi checks and balances, sekaligus memberikan dukungan melalui catatan atau kritik tertentu.
Hal tersebut disampaikan Sahrin saat menjadi narasumber dalam program Kompas Petang yang diunggah di kanal YouTube KompasTV, Sabtu (11/10/2025).
Adapun checks and balances dalam pemerintahan adalah sistem yang dirancang untuk memastikan tidak ada satu cabang pemerintahan (eksekutif, legislatif, atau yudikatif) yang memiliki kekuasaan absolut, sehingga mencegah penyalahgunaan wewenang.
Baca tanpa iklan