Surya mengatakan hal itu juga tidak dibahas dalam pertemuan bersama Menhan Sjafrie yang digelar selama kurang lebih satu jam tersebut.
"Akhirnya, tidak semuanya pembicaraan kita itu mengarah kepada apakah memang sekarang NasDem di luar kabinet, nanti ada pembicaraan ke arah kabinet. Enggak ada."
"Tapi sekali lagi saya katakan, ada optimisme yang masih ada dan harus terjaga lebih baik untuk membangun optimisme, tidak hanya kelompok yang saya pahamin, tapi seluruh komponen dan elemen masyarakat lainnya," ucapnya.
Sementara itu, Sjafrie mengungkapkan Surya banyak memberi masukan-masukan informal tetapi penuh dengan komitmen nasionalisme dan patriotisme.
"Terima kasih Pak Surya Paloh, ini adalah kunjungan pertama partai politik di luar Koalisi Indonesia Maju," tutur Sjafrie.
Sebagai informasi, KIM atau Koalisi Indonesia Maju merupakan koalisi pemerintahan Prabowo-Gibran periode 2024–2029.
Ini merupakan koalisi partai politik yang mendukung pasangan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka dalam Pemilihan Presiden 2024.
Adapun partai politik anggota KIM inti adalah Gerindra, Golkar, Demokrat, PAN, PSI, PBB, Garuda, Gelora, dan Prima. Sedangkan Nasdem dan PKS saat ini belum bergabung ke dalam koalisi.
Sjafrie juga mengaku mendapat laporan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) akan menyusul.
Menurutnya, pertemuan dengan PKS, rencananya digelar pada Jumat (17/10/2025) pekan ini.
"Saya kemarin sore juga mendengar laporan bahwa PKS juga akan berkunjung."
"Ini adalah kantornya rakyat, kantornya rakyat yang berdaulat tetapi di bidang stabilitas," ujarnya.
(Tribunnews.com/Deni/Gita)
Baca tanpa iklan