News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Dipanggil ke Kertanegara, Mendikti Saintek Ungkap Prabowo Minta AI Masuk dalam Kurikulum Kampus

Penulis: Igman Ibrahim
Editor: Adi Suhendi
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

MENDIKTI - Potret Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto (kiri) di Kantor Kemendiktisaintek, Jakarta, Senin (2/6/2025). Ia menerima arahan dari Presiden Prabowo agar pemanfaatan AI masuk dalam kurikulum pendidikan tinggi.


TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menteri Pendidikan Tinggi Bidang Sains dan Teknologi (Mendikti Saintek) Brian Yuliarto mengungkap Presiden Prabowo Subianto memberikan arahan agar penguasaan teknologi, termasuk kecerdasan buatan (AI), dimasukkan dalam kurikulum pendidikan tinggi.

Arahan itu disampaikan Prabowo saat memanggil Brian ke kediamannya di Rumah Kertanegara IV, Jakarta, Minggu (19/10/2025).

Dalam pertemuan tersebut satu hal yang dibahas soal kesiapan sumber daya manusia (SDM) dalam mendukung pertumbuhan industri baru di Indonesia.

“Bapak Presiden mengingatkan bagaimana perkembangan teknologi yang cepat, pemanfaatan AI, dan yang lain-lainnya itu diperhitungkan atau dipertimbangkan di dalam meng-update kurikulum,” ujar Brian.

Ia menjelaskan Prabowo menekankan pentingnya sinkronisasi antara kebutuhan industri dengan sistem pendidikan tinggi.

Baca juga: Satu Tahun yang Impresif, Menteri Mukhtarudin Puji Capaian Pemerintahan Prabowo-Gibran

Termasuk, penyesuaian program beasiswa seperti LPDP dengan arah pembangunan nasional.

“Kita ingin agar beasiswa-beasiswa LPDP dan lain-lainnya itu disesuaikan dengan rencana perkembangan industri yang akan muncul di Indonesia, supaya jangan ada mismatch antara SDM yang disiapkan di pendidikan tinggi dengan pertumbuhan industri yang ada,” katanya.

Brian mengatakan, Presiden juga meminta agar pengembangan SDM diarahkan pada sektor-sektor yang menjadi prioritas dalam visi pembangunan nasional, mulai dari ketahanan pangan, energi, hingga hilirisasi mineral.

Baca juga: Datangi Kertanegara, Bahlil Laporkan Implementasi B50 dan E10 Kepada Prabowo

“Bapak Presiden kembali mengingatkan karena kita ingin pertumbuhan Indonesia tentu akan memunculkan industri-industri baru, mulai dari ketahanan pangan, energi, maupun hilirisasi mineral,” ujarnya.

Ia menambahkan, pendidikan tinggi memiliki peran strategis dalam membekali generasi muda dengan keterampilan masa depan agar siap menghadapi perubahan ekonomi berbasis teknologi.

“Intinya SDM kita harus siap untuk mendukung program-program pemerintah dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi,” jelasnya.

SDM Teknologi Disiapkan Demi Dukung Industri Pertahanan Nasional

Selain itu, Brian menyampaikan bahwa Presiden Prabowo meminta agar penguatan sumber daya manusia (SDM) di bidang teknologi juga diarahkan untuk mendukung industri pertahanan nasional.

Ia menjelaskan bahwa hal itu menjadi bagian dari strategi besar pemerintah dalam mengembangkan industri berbasis riset dan inovasi, sejalan dengan cita-cita meningkatkan kemandirian pertahanan Indonesia.

“Semua sektor itu kan kita dari delapan asta cita, salah satunya tentu adalah meningkatkan industri pertahanan. Nah, itu juga kita diminta menyiapkan berbagai SDM di bidang itu,” jelasnya.

Brian menuturkan, sektor pertahanan kini sangat kental dengan penguasaan teknologi modern, sehingga universitas dan lembaga riset harus menyiapkan talenta yang relevan dengan kebutuhan industri strategis nasional.

Halaman
12
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini