News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Program Makan Bergizi Gratis

Kepala BGN Ungkap Cerita di Balik Lahirnya Program Makan Bergizi Gratis

Penulis: Fransiskus Adhiyuda Prasetia
Editor: Muhammad Zulfikar
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diusung Presiden RI Prabowo Subianto ternyata telah lama menjadi cita-citanya, berangkat dari keprihatinan mendalam terhadap kondisi anak-anak Indonesia. 

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana mengungkapkan, keinginan kuat Prabowo untuk memberi makan jutaan anak Indonesia lahir dari pengalaman lapangannya yang sering turun ke daerah-daerah.

Baca juga: Survei Terbaru Penilaian Publik soal Program MBG, Dilanjutkan atau Dihentikan Sementara?

"Jadi, karena ini program sudah lama dicita-citakan oleh beliau dari pengalaman lapangan, operasi yang sering turun ke daerah-daerah. Beliau melihat bahwa banyak anak Indonesia itu yang pertumbuhannya kurang baik," kata Dadan. saat sesi wawancara khusus dengan Tribunnews di Kantor BGN, Kebon Sirih, Jakarta, Selasa (21/10/2025).

Dadan, yang terlibat sejak awal, menceritakan bahwa program ini awalnya bernama 'Makan Siang Gratis'. 

Baca juga: Temuan Plester pada MBG di SDN Cisaat Gadis Sukabumi, Ini Kata Bupati dan Kepala Sekolah

Dadan mengungkap, ia adalah salah satu dari enam orang tim pakar yang dibentuk untuk menyusun visi-misi dari pasangan Prabowo-Gibran. 

"Salah satu program yang sering dibicarakan dan kemudian ditempatkan sebagai nomor satu untuk program hasil terbaik cepat adalah waktu itu namanya Makan Siang Gratis," ujarnya.

"Konsep yang ada sekarang berbasis konsep yang sudah dibuatkan oleh beberapa orang. Dan konsep yang dilaksanakan sekarang, kebetulan merupakan hasil pilot project yang saya laksanakan di Sukabumi," terang Dadan.

Seiring kemenangan Prabowo dalam Pilpres, diskusi mengenai program ini semakin intensif. Sang Presiden punya keinginan khusus. Program ini harus dijalankan oleh sebuah badan, bukan kementerian.

"Karena beliau tidak ingin program ini dilaksanakan dalam bentuk kementerian. Maka dibentuklah apa yang disebut dengan Badan Gizi Nasional," jelas Dadan.

Dadan mengisahkan momen mengejutkan saat dirinya ditawari untuk memegang tampuk kepemimpinan BGN.

"Dan kemudian ketika mencari orang untuk menjadi kepala badan saat itu, beliau mempertimbangkan beberapa orang. Dan ketika satu pertemuan, tiba-tiba beliau bertanya, 'Berani gak memimpin?' gitu," ujar Dadan tentang percakapannya dengan Prabowo.

Berikut petikan wawancara bersama Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana dengan Tribunnews.com:

Tanya: Bapak waktu itu dilantik sebelum Pak Prabowo dilantik. Apakah kemauan datang dari diri sendiri atau?

Jawab: Saya menjadi Kepala Badan Gizi atas keinginan dan permintaan Pak Presiden Prabowo Subianto. Dan jauh sebelum beliau dilantik, kita sudah membicarakan program ini kan sejak Juni 2023. Kita launching program ini tanggal 15 Agustus 2023, jauh sebelum pilpres dilakukan. Jadi, Program ini sudah lama dicita-citakan oleh beliau dari pengalaman lapangan, operasi yang sering turun ke daerah-daerah.  Dan konsep yang dilaksanakan sekarang, kebetulan merupakan hasil pilot project yang saya laksanakan di Sukabumi.

Halaman
123
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini