"Sebelum kami melakukan laporan ini, terhadap konten-konten itu kami sudah melakukan somasi, beberapa akun yang kooperatif dan sudah men-take down unggahannya," ujarnya.
Namun, masih ada beberapa akun yang belum menarik gambar meme tersebut. Sedikitnya ada lima hingga tujuh akun yang dilaporkan dalam tahap awal ini.
Jumlah itu masih bisa bertambah sebab pihaknya masih menelusuri akun-akun lain yang turut menyebarkan konten serupa.
"Ada yang menulis 'wudhu pakai bensin', ada yang melempar jumrah dengan batu bara, ada juga yang membenarkan penyerangan secara fisik terhadap beliau," ucap Sedek.
Sedek tidak menyampaikan nama akun-akun dan siapa pemiliknya kepada publik. Hal itu sepenuhnya diserahkan kepeda penyidik Ditressiber Polda Metro Jaya.
"Semuanya sudah kami serahkan secara resmi ke penyidik dalam bentuk bukti tangkapan layar, identitas akun, dan sebagainya," ucapnya.
Sementara itu, laporan serupa juga disampaikan oleh kader DPP Angkatan Muda Pembaharuan Indonesia (AMPI) ke Bareskrim Polri di hari yang sama.
Baca tanpa iklan