News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Khutbah Jumat 24 Oktober 2025: Bahaya Hoaks dan Fitnah Digital dalam Islam

Penulis: Muhammad Alvian Fakka
Editor: Suci BangunDS
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

MASJID AL WUSTHO - Bagian dari Masjid Al Wustho Mangkunegaran, masjid yang didirikan Pangeran Sambernyawa, difoto pada Rabu (30/7/2025). Teks Khutbah Jumat 24 Oktober 2025 mengangkat tema penting tentang bahaya hoaks dan fitnah digital dalam pandangan Islam relevan di era media sosial.

Islam adalah agama yang sangat menjaga kehormatan manusia dan menegakkan kebenaran dalam setiap aspek kehidupan, termasuk dalam urusan informasi. 

Allah SWT telah memberi peringatan yang tegas agar umat beriman tidak mudah menyebarkan berita tanpa tabayyun. Firman-Nya:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِنْ جَاءَكُمْ فَاسِقٌ بِنَبَإٍ فَتَبَيَّنُوا…

“Wahai orang-orang beriman, jika datang kepadamu orang fasik membawa berita, maka periksalah dengan teliti…” (QS. al-Ḥujurāt: 6)

Ayat ini menjadi fondasi etika bermedia dalam Islam, menuntun kita untuk berhenti sejenak sebelum menekan tombol “kirim” atau “bagikan”. 

Sebab, di balik satu klik yang ceroboh, bisa jadi ada kehormatan seorang Muslim yang tercoreng, nama baik yang hancur, atau persaudaraan yang retak karena berita yang tidak benar.

Allah SWT juga mengingatkan bahwa fitnah lebih berbahaya daripada pembunuhan, sebagaimana disebutkan dalam firman-Nya:

﴿ وَالْفِتْنَةُ أَشَدُّ مِنَ الْقَتْلِ ﴾

“Fitnah itu lebih kejam dari pembunuhan.” (QS. al-Baqarah: 191).

Jika pembunuhan menghilangkan nyawa seseorang, maka fitnah dapat membunuh kehormatan, menghancurkan kepercayaan, dan menimbulkan permusuhan yang berkepanjangan. 

Inilah fitnah digital di zaman kita tidak menumpahkan darah, tetapi melukai hati dan merobek persaudaraan sesama Muslim.

Rasulullah SAW pun memperingatkan bahaya ghibah (menceritakan kejelekan orang lain di belakangnya) dan namimah (mengadu domba dengan menyebarkan perkataan orang lain untuk menciptakan permusuhan), dua penyakit lisan yang kini berwujud baru di dunia maya. Beliau bersabda:

لَا يَدْخُلُ الْجَنَّةَ نَمَّامٌ

“Tidak akan masuk surga orang yang suka mengadu domba.” (HR. al-Bukhārī, no. 6056).

Jika dulu namimah dilakukan dari telinga ke telinga, maka kini ia berpindah melalui “forward” dan “share” di grup WhatsApp dan media sosial. 

Maka berhati-hatilah, wahai kaum Muslimin, jangan sampai jempol kita menjadi penyebab dosa besar yang menghalangi kita dari surga Allah, hanya karena kita lalai menjaga etika dalam berbicara dan menyebarkan berita.

Ma‘āsyiral Muslimīn rahimakumullāh,

Para ulama menggambarkan hoaks dan fitnah bagaikan api kecil yang membakar hutan kepercayaan. 

Ia bermula dari satu percikan satu kabar tanpa tabayyun, satu unggahan yang tidak dipikirkan namun dapat melalap habis nama baik, keutuhan umat, dan rasa saling percaya di tengah masyarakat. 

Halaman
1234
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini