TRIBUNNEWS.COM - Ibu Timothy Anugrah Saputra (22), Sharon, memilih berlapang dada atas meninggalnya sang anak.
Timothy meninggal dunia setelah diduga mengakhiri hidup dengan cara melompat dari lantai empat gedung Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Udayana (FISIP Unud) pada Rabu (15/10/2025).
Adapun Timothy merupakan mahasiswa semester tujuh prodi Sosiologi FISIP Udayana.
Pasca meninggalnya Timothy, mendiang justru dirundung atau di-bully oleh sejumlah mahasiswa lintas fakultas Universitas Udayana.
Namun, Sharon sebagai ibu Timothy justru tidak ingin terlalu memikirkan hal tersebut.
Bahkan, dia lebih memilih untuk menganggap pelaku bullying terhadap Timothy sebagai anaknya.
Baca juga: Calista Amore Manurung, Koas Terduga Perundung Timothy Minta Maaf, Mengaku Menyesal
Hal inilah yang disampaikan oleh Sharon ketika bertemu dengan salah satu pelaku bullying anaknya bernama Vito Simanungkalit.
Vito merupakan mahasiswa FISIP Unud angkatan 2025 sekaligus Wakil Kepala Departemen Eksternal Himapol FISIP Unud.
Sementara pertemuan antara mereka turut disaksikan oleh ibu Vito.
Adapun salah satu tujuan Sharon meminta hal tersebut karena ingin melihat perkembangan Vito ke depannya.
"Kita ngobrol di gereja. Sama Vito saya sampaikan hal yang sama. Tapi saya tambahkan, kamu saya kenai wajib lapor sama saya."
"(Kata Sharon ke Vito) Tante sudah nggak punya anak lagi. Jadi kamu sekarang harus jadi anak tante. Tante ingin lihat komitmen kamu untuk jadi orang yang lebih baik untuk kamu bawa spirit-nya Timmy (panggilan akrab Timothy) bagaimana dia menjalani hidupnya," kata Sharon dalam siniar atau podcast di kanal YouTube Denny Sumargo, dikutip pada Jumat (24/10/2025).
Turut Ditemui Pelaku Bullying Timothy Lainnya
Di sisi lain, Sharon mengaku juga bertemu dengan salah satu pelaku bullying Timothy yakni Leonardo Jonathan Hadnika Putra.
Leo merupakan mahasiswa Fakultas Kelautan dan Perikanan Unud angkatan 2022 sekaligus Wakil Ketua BEM fakultas.
Baca tanpa iklan