News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Ijazah Jokowi

Temui Jokowi, Waketum Projo Mengaku Diperlihatkan Ijazah Asli

Penulis: Muhamad Deni Setiawan
Editor: Tiara Shelavie
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

DIPERLIHATKAN IJAZAH JOKOWI - Wakil Ketua Umum Projo Freddy Alex Damanik saat ditemui di depan kediaman Jokowi di Sumber, Banjarsari, Solo, Jumat (24/10/2025). Sejumlah elit relawan Pro-Jokowi atau Projo diketahui menemui Presiden ke-7 RI Jokowi. Mereka mengaku diperlihatkan ijazah asli dari Jokowi yang sempat menjadi polemik.

Ringkasan Berita:

  • Sejumlah relawan Pro Jokowi (Projo) menemui Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi).
  • Pertemuan itu berlangsung di kediaman Jokowi di Solo, Jawa Tengah, Jumat (24/10/2025).
  • Waketum Projo Freddy Alex Damanik mengatakan, Jokowi sempat menunjukkan ijazah aslinya kepada elite Projo.


TRIBUNNEWS.COM
- Sejumlah relawan Pro Jokowi (Projo) menemui Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) di kediamannya, Sumber, Banjarsari, Solo, Jawa Tengah, Jumat (24/10/2025).

Wakil Ketua Umum (Waketum) Projo Freddy Alex Damanik mengatakan, pada kesempatan itu Jokowi menunjukkan ijazah aslinya kepada elite Projo.

“Kita tadi dipertunjukkan bahwa ijazah itu ada,” ujarnya, dilansir TribunSolo.com.

Freddy menilai, persoalan dugaan ijazah Jokowi sebenarnya tak perlu diungkit lagi.

Pasalnya, sudah jelas bahwa ijazah eks Gubernur Jakarta tersebut terbukti keasliannya.

“Sebetulnya ijazah tanya Mas Roy (Suryo) ajalah. Sebetulnya udah bolak-balik ijazah ini Pak Jokowi sudah menegaskan bahwa ijazahnya memang ada,” terangnya.

Menurutnya, dengan ditunjukkannya ijazah Jokowi, kembali meyakinkan publik bahwa ijazah tersebut memang benar-benar ada dan terbukti keasliannya.

“Dan Pak Jokowi sudah menunjukkan ke rektor, dekan. Bukan hanya menepis semua isu dan keraguan ijazah Pak Jokowi hilang terbakar memang ada dikeluarkan oleh UGM dan dipegang. Jadi selesai isu ijazah itu,” tuturnya.

Sebagaimana diketahui, gugatan dugaan ijazah palsu Jokowi mencuat pada beberapa tahun lalu.

Awalnya, penulis buku Jokowi Undercover, Bambang Tri Mulyono, mengajukan gugatan ke Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat pada 3 Oktober 2022.

Ia menuduh Jokowi melakukan perbuatan melawan hukum dengan memakai ijazah palsu ketika mencalonkan diri sebagai presiden.

Baca juga: Terima Salinan Ijazah Jokowi Dari KPU, Roy Suryo: Sangat Signifikan Anehnya

Pada akhir tahun 2023, Presiden Jokowi resmi melayangkan laporan ke Polda Metro Jaya atas dugaan pencemaran nama baik dan penyebaran berita bohong.

Ia menegaskan bahwa dirinya baru mengambil langkah hukum setelah isu ini terus bergulir dan merugikan reputasinya sebagai kepala negara.

Mantan Wali Kota Solo ini akhirnya menjalani pemeriksaan oleh penyidik Polda Metro Jaya di Polresta Solo pada Rabu (23/7/2025).

Pemeriksaan ini dilakukan sebagai bagian dari penyidikan kasus dugaan fitnah dan pencemaran nama baik terhadap dirinya terkait tuduhan penggunaan ijazah palsu.

Kasus ini menjadi titik awal dari rangkaian gugatan lanjutan, termasuk Citizen Lawsuit yang diajukan ke PN Solo pada 2025 oleh alumni Universitas Gadjah Mada (UGM).

Roy Suryo Terima Salinan Ijazah Jokowi dari KPU

Terpisah, Roy Suryo cs menerima langsung salinan ijazah Jokowi dari Komisi Pemilihan Umum RI (KPU) yang digunakan untuk proses mendaftar Pilpres 2014.

Setelah melihat salinan ijazah tersebut, Roy Suryo menilai kalau tuduhan dirinya soal kepalsuan ijazah Jokowi makin menguat.

Pasalnya, ucap Roy Suryo, ada beberapa hal janggal dari ijazah tersebut.

"Sangat signifikan, sangat signifikan anehnya. Bisa mengarah bahwa terjadi kepalsuan kata kuncinya itu. Jadi 99,9 persen tetap palsu terima kasih kita berikan support applause kepada Pak Bonatua ya. Ini kemenangan kita bersama," kata Roy Suryo saat ditemui awak media di Kantor KPU RI, Jakarta, Jumat.

Menurutnya, beberapa hal yang dianggap aneh dalam dokumen itu adalah adanya tulisan yang sengaja ditutup dan tidak bisa terlihat publik.

Padahal, seluruh catatan yang ada di dalam ijazah tersebut adalah suatu hal yang sangat krusial.

"Kenapa ada perbedaan dalam melakukan penutupan beberapa hal yang sangat krusial ini. Karena yang pertama itu, caranya penutupannya seperti ini, diputihkan. Kenapa sekarang beda dengan dulu?" kata Roy Suryo.

Atas salinan ijazah ini, Roy Suryo menegaskan pihaknya akan kembali melakukan pengecekan berulang.

"Kita juga punya cara-cara untuk mengetahui apa yang ada. Dan kalau satu ternyata berbeda dengan yang ada yang kami punya rumusnya, itu tentu sudah ada hal yang aneh. Saya sangat tersenyum melihat ini," ujarnya.

(Tribunnews.com/Deni/Rizki)(TribunSolo.com/Ahmad Syarifudin)

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini