TRIBUNNEWS.COM - Pengamat Komunikasi Politik, Emrus Sihombing, memandang positif kinerja Purbaya Yudhi Sadewa selama menjadi Menteri Keuangan di kabinet Presiden Prabowo Subianto.
Menurutnya, kehadiran Purbaya berdampak baik bagi peningkatan kepercayaan publik terhadap pemerintah.
Di sisi lain, Purbaya bisa diandalkan untuk menjadi motor perbaikan perekonomian nasional.
Sikap Purbaya yang ceplas-ceplos dan apa adanya dinilai justru membuat publik simpatik, karena ia berani bersikap tegas dalam memperjuangkan kepentingan rakyat dan kemajuan ekonomi bangsa.
Emrus menilai, Purbaya adalah menteri paling ideal untuk mewujudkan pemerintahan bersih dan ekonomi yang kuat.
Untuk itu, kata Emrus, dibutuhkan sosok-sosok seperti Purbaya ini di berbagai sektor kementerian.
"Menteri seperti Pak Purbaya ini, saya kira perlu diperbanyak lagi," kata Emrus saat diwawancarai Tribunnews, Senin (27/10/2025) malam.
Menurut Emrus, sosok seperti Purbaya ini hanya akan mengabdi pada satu tuan, yakni hanya kepada Presiden.
Karena Purbaya adalah orang independen yang ahli di bidan ekonomi.
Dirinya tak terikat partai politik manapun selain menghadap kepada Presiden.
"Karena bagaimanapun partai politik punya kepentingan masing-masing. Mereka (sosok yang dipasangkan dari partai politik di pemerintahan) pasti tuan-nya dua, yaitu kepada Presiden dan kepada ketua umumnya."
Baca juga: Menkeu Purbaya Bantah Kabar Berselisih dengan Misbakhun: Kita Saling Dukung
"Pak Purbaya mengatakan hanya taat pada Presiden. Dia sadar betul Prabowo sebagai pemimpin satu-satunya bagi Purbaya, jadi dia tidak takut dengan siapapun," jelas Emrus.
Bisa jadi, lanjut Emrus, Purbaya memang orang yang benar-benar ditunjuk Tuhan melalui kewenangan Prabowo untuk mengubah nasib bangsa dan negara menjadi lebih baik.
Apalagi, Indonesia adalah negara yang kaya akan sumber daya alamnya.
"Kita bisa perbaiki ke depan soal minyak kita, seperti saat Purbaya minta bangun kilang minyak di Indonesia, bagus itu. Karena di sektor impor itu banyak korupsi itu. Kalau pertambangan kita baik, kita bisa saja seperti Dubai."
Baca tanpa iklan