News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Berita Viral

5 Kasus Bullying di Dunia Pendidikan Oktober 2025

Penulis: Suci Bangun Dwi Setyaningsih
Editor: Wahyu Gilang Putranto
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

KASUS PERUNDUNGAN - Sejumlah siswa terduga pelaku perundungan di salah satu madrasah negeri di Purwakarta bersimpuh dan menangis saat meminta maaf langsung kepada orang tua korban dalam proses mediasi, Selasa (7/10/2025). Deretan kasus bullying atau perundungan masih terjadi di dunia pendidikan Tanah Air bulan Oktober 2025.

Suasana haru menyelimuti ruang mediasi kasus perundungan di Purwakarta tersebut.

‎Hingga akhirnya, penyelesaian kasus dilakukan melalui keadilan restoratif (restorative justice) atau islah.

‎Menurut Kepala Seksi Pendidikan Madrasah Kemenag Kabupaten Purwakarta, Munir Huda, langkah itu ditempuh agar masalah tidak berlarut.

Pertemuan antara keluarga pelaku dan korban berlangsung emosional pada Selasa (7/10/2025).

Orang tua para pelaku mengakui kesalahan anak-anak mereka dan memohon maaf di hadapan keluarga korban.

‎"Kami hadir untuk menyaksikan betul adanya restorative justice, atau kalau bahasa kami islah, mencari jalan terbaik supaya persoalan ini tidak berlanjut," kata Munir kepada wartawan, Selasa, dilansir TribunJabar.id.

Di sisi lan, Humas Kemenag Purwakarta, Lucky Andriansyah, memastikan guru BK akan mendampingi korban maupun pelaku.

‎"Satu guru BK akan mendampingi dua siswa untuk memulihkan semangat belajar mereka. Begitu juga bagi para senior yang melakukan pemukulan tetap akan ada pendampingan," ungkapnya.

2. Kasus Bullying di Wonosobo, Jawa Tengah

Tak berselang lama, kasus perundungan kembali terjadi di pendidikan tingkat Sekolah Dasar.

Tepatnya menimpa siswa kelas 3 SD di Kecamatan Kertek, Wonosobo, Jawa Tengah, berinisial TA. TA meninggal dunia diduga akibat bullying. 

Kasus dugaan perundungan yang dialami TA viral di grup WhatsApp pada Rabu (8/10/2025).

Sebelum meninggal, TA sempat dirawat di Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Wonosobo. 

Menurut sang ayah, Dedi Hendi Kusuma, anaknya mengaku sakit perut setelah dipukul temannya di sekolah.

Dikatakan Dedi, anaknya sempat menyebut hanya satu orang pelaku yang diduga melakukan pemukulan.

Kejadian itu, bermula saat pelaksanaan upacara peringatan Hari Kesaktian Pancasila pada Rabu (1/10/2025). 

Saat itu, TA pulang sekolah dalam kondisi lemah dan mengeluh sakit pada bagian perut serta mengalami sesak napas.

"Anak saya bilang, dipukul bagian perut."

Halaman
1234
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini