News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Bahagianya Mayor Riki Sihaloho Jadi Pilot Airbus A400M: “Ini Anugerah”

Penulis: Gita Irawan
Editor: Acos Abdul Qodir
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

AIRBUS A400M - Mayor Penerbang (Pnb) Riki Sihaloho berdiri di samping pesawat Airbus A400M yang baru tiba di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, Senin (3/11/2025). Ia mengaku bahagia ditunjuk sebagai salah satu pilot A400M oleh pimpinan TNI AU, menyebut penugasan ini sebagai anugerah.

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA — Mayor Penerbang (Pnb) Riki Sihaloho tak menyembunyikan rasa bahagianya saat ditunjuk sebagai salah satu penerbang pertama pesawat Airbus A400M milik Tentara Nasional Indonesia Angkatan Udara (TNI AU).

Pesawat angkut berat itu mendarat di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Senin (3/11/2025) pukul 07.35 WIB, setelah menempuh perjalanan lintas benua dari Sevilla, Spanyol.

“Saya sangat senang, sangat bersyukur. Karena ini merupakan suatu anugerah, rezeki yang diberikan Tuhan Yang Maha Esa. Untuk itu kita harus melaksanakannya dengan sebaik-baiknya,” ujar Riki di Halim.

Mayor Pnb Riki Sihaloho merupakan alumni Akademi Angkatan Udara (AAU) tahun 2011 dan sebelumnya bertugas sebagai pilot Hercules tipe H. 

Ia kini menjadi bagian dari delapan penerbang TNI AU yang ditunjuk pimpinan untuk mengawaki dua unit Airbus A400M yang dipesan pemerintah Indonesia.

Empat penerbang, termasuk Riki, telah menyelesaikan pelatihan di Sevilla dan ikut dalam penerbangan pengantaran pesawat pertama ke Indonesia.

Mereka adalah Letkol Pnb Putut Satriya Yoni, Mayor Pnb Fathir Muhammad Hadid, dan Kapten Pnb Indra Kusuma Nugrah.

Sementara empat penerbang lainnya masih menjalani pelatihan di Spanyol untuk mempersiapkan kedatangan unit kedua.

Baca juga: Jatuh dari Tahta Kehormatan, Pangkat Militer Pangeran Andrew Ikut Dicopot Raja Charles

200 Jam Simulator dan Adaptasi Teknologi Airbus A400M

Selama pelatihan di Sevilla, Mayor Riki Sihaloho menempuh 200 jam terbang menggunakan full flight simulator, yakni simulator penerbangan lengkap yang menyerupai kokpit pesawat asli.

“Simulatornya sangat realistis. Pengalaman terbangnya tidak jauh beda dengan pesawat asli,” ujarnya.

Ia menjelaskan perbedaan signifikan antara Airbus A400M dan Hercules tipe H, terutama pada sistem kemudi.

Hercules menggunakan model yoke (setir berbentuk U), sedangkan A400M memakai stick (tongkat kendali), sehingga butuh penyesuaian.

Riki dijadwalkan mulai menerbangkan pesawat tersebut pada pertengahan November 2025.

Pada fase awal, ia akan didampingi oleh pilot Airbus selama 30 hari kerja atau sekitar 120 jam terbang.

Setelah itu, ia dan tim TNI AU akan mengoperasikan pesawat secara mandiri.

Halaman
12
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini