News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Bicompact 2025 Jadi Wadah Inovasi Jawab Tantangan Transformasi Digital

Penulis: Reynas Abdila
Editor: Wahyu Aji
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

BICOMPACT 2025 - Wakil Rektor II Universitas Bakrie, M. Tri Andika Kurniawan, Ph.D., dan Eleonora Naumova, Deputy Head of Mission dan Konsul Bulgaria dalam acara 2nd Bakrie International Conference on Communication, Management, Politics & Accounting (BICOMPACT) 2025. Mengusung tema “Innovative Resilience: Leveraging Technology for Sustainable Governance Across Politics, Communication, and Economics”, konferensi tahun ini berlangsung secara hybrid di Kampus Bakrie Tower dan platform Zoom, menghadirkan pembicara dari berbagai negara.

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Universitas Bakrie mengadakan forum 2nd Bakrie International Conference on Communication, Management, Politics & Accounting (Bicompact) 2025 membahas soal inovasi yang berkelanjutan.

Forum itu digelar di ruang utama Universitas Bakrie Tower, Jakarta Selatan, Selasa (4/11/2025).

Wakil Rektor II Universitas Bakrie M. Tri Andika Kurniawan menuturkan melalui forum ini inovasi dan ide dipertemukan, nilai-nilai kemanusiaan, dan ilmu pengetahuan untuk menjawab tantangan transformasi digital.

"Inovasi tidak bisa berdiri sendiri. Ia lahir dari percakapan, kolaborasi, dan rasa ingin tahu yang tidak pernah berhenti," ungkapnya.

Menurutnya, Universitas Bakrie kembali menjadi titik temu bagi para pemikir lintas disiplin dari berbagai penjuru dunia.

Melalui tema “Innovative Resilience: Leveraging Technology for Sustainable Governance Across Politics, Communication, and Economics”, Bicompact 2025 hadir bukan sekadar konferensi ilmiah, tetapi juga ruang dialog.

Bagaimana ilmu pengetahuan, teknologi, dan kebijakan publik dapat berpadu menciptakan tata kelola yang berkelanjutan.

"Di tengah dunia yang bergerak cepat, forum ini menjadi pengingat bahwa inovasi sejati berakar dari kerja sama dan keberanian untuk terus belajar dari satu sama lain," jelasnya.

Dekan Fakultas Ekonomi dan Ilmu Sosial Universitas Bakrie Prof. Dudi Rudianto, menyebut Bicompact 2025 sebagai ruang bertemunya ide-ide global untuk membangun masa depan yang lebih tangguh.

“Dari setiap paper yang masuk, kita bisa melihat bagaimana dunia sedang bergerak, dan bagaimana akademisi ikut menulis ulang arah perubahan itu,” ujarnya.

Dalam sesi utama, CEO tvOne, Taufan Eko Nugroho Rotorasiko, membahas bagaimana kecerdasan buatan (AI) mengubah lanskap media modern.

“AI bisa membantu redaksi bekerja lebih cepat, tapi berita tetap tentang manusia tentang empati, konteks, dan tanggung jawab,” ujarnya.

Sementara itu, Eleonora Naumova, Deputy Head of Mission dan Konsul Bulgaria, berbagi praktik baik dalam membangun tata kelola publik yang transparan dan digital.

“Keberlanjutan tidak hanya berbentuk regulasi, tetapi juga tumbuh dari kepercayaan antara pemerintah dan masyarakat. Ketika warga merasa didengar, mereka ikut menjaga sistemnya,” tuturnya.

Prof. Kuo Yu Ming dari Tzu Chi University menyoroti pentingnya solidaritas dan kepedulian sosial dalam menghadapi kebencanaan.

Baca juga: BPDP Dorong Pemanfaatan AI untuk Dukung Inovasi dan Riset Perkebunan 

“Teknologi mempercepat respons, tapi yang membuat masyarakat pulih adalah rasa saling peduli,” katanya.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini