Bendera merah putih menjadi inti semangat nasionalisme dalam logo ini.
Merah melambangkan keberanian para pahlawan dalam berkorban demi kemerdekaan.
Putih menggambarkan ketulusan dan keikhlasan perjuangan mereka.
Bendera yang terus berkibar menjadi “api semangat” perjuangan yang tak pernah padam, mengingatkan bahwa tugas generasi kini adalah menjaga dan melanjutkan perjuangan itu.
3. Filosofi Warna
Pemilihan warna merah dan biru memiliki makna yang kuat:
- Merah mencerminkan energi, keberanian, dan tekad membara untuk membawa perubahan serta mewakili identitas bangsa Indonesia.
- Biru melambangkan ketulusan, optimisme, dan komitmen teguh dalam meneladani semangat pahlawan menuju Indonesia Emas 2045.
Sejarah Hari Pahlawan
Tanggal 10 November 1945 menjadi salah satu tonggak penting dalam sejarah bangsa Indonesia.
Pada hari itu, terjadi Pertempuran Surabaya, sebuah pertempuran besar antara pasukan Indonesia dengan tentara Inggris yang datang bersama NICA (Netherlands Indies Civil Administration).
Pertempuran ini merupakan perang pertama pasukan Indonesia melawan kekuatan asing setelah Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945, sekaligus menjadi simbol perlawanan rakyat Indonesia terhadap kolonialisme.
Sebelumnya, pada 29 Oktober 1945, telah ditandatangani gencatan senjata antara pihak Indonesia dan Inggris.
Namun, bentrokan-bentrokan kecil tetap terjadi hingga akhirnya Brigadir Jenderal A.W.S. Mallaby, pimpinan pasukan Inggris di Jawa Timur, tewas pada 30 Oktober 1945.
Kematian Mallaby memicu kemarahan pihak Inggris, dan penggantinya, Mayor Jenderal Eric Carden Robert Mansergh, mengeluarkan ultimatum agar seluruh rakyat Surabaya menyerahkan senjata dan menghentikan perlawanan.
Namun rakyat menolak ultimatum tersebut.
Akibatnya, pada 10 November 1945, meletuslah pertempuran dahsyat di seluruh penjuru Surabaya.
Pertempuran ini berlangsung selama tiga minggu dan menelan korban yang sangat besar, sekitar 20.000 rakyat Surabaya gugur, sebagian besar dari mereka adalah warga sipil.
Pihak Inggris pun mengalami kerugian besar dengan sekitar 1.600 tentara tewas, hilang, dan luka-luka, serta banyak peralatan perang hancur.
Baca tanpa iklan