TRIBUNNEWS.COM - PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) tengah menjadi sorotan, usai diketahui memiliki bandara private di Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah.
Bandara private atau khusus ini menjadi sorotan tajam termasuk dari Menteri Pertahanan (Menhan) RI Sjafrie Sjamsoeddin.
Awalnya melalui Satgas Pengamanan Kawasan Hutan (PKH) yang dipimpin Sjafrie, melakukan peninjauan di area dekat fasilitas latihan militer TNI, Kamis (20/11/2025).
Dan dari situlah, bandara private PT IMIP ini ter-notice oleh Menhan RI.
Sjafrie menyoroti adanya anomali pada pengelolaan bandara perusahaan swasta tanpa kehadiran perangkat negara.
Temuan ini menimbulkan pertanyaan fundamental, yakni peran Dirjen Perhubungan Udara dalam memastikan bahwa setiap bandara, termasuk yang dibangun oleh pihak swasta memenuhi standar keamanan, keselamatan, dan legalitas.
Absennya negara di fasilitas strategis seperti bandara memunculkan dugaan bahwa kawasan industri tersebut telah berubah menjadi “zona eksklusif bebas hukum”.
“Intersep ini dalam latihan dilakukan oleh prajurit-prajurit TNI. Namun terhadap bandara yang tidak memiliki perangkat negara yang bertugas di dalamnya, ini merupakan suatu anomali dalam NKRI,” ujar Sjafrie, dikutip dari YouTube Kompas, Rabu (26/11/2025).
Bandara yang dikelola pihak swasta ini diduga kurang mendapat pengawasan negara.
Hal ini memunculkan kekhawatiran soal celah kerawanan terhadap kedaulatan ekonomi termasuk mengancam stabilitas nasional.
Lantas siapakah pemilik PT IMIP?
PT Indonesia Morowali Industrial Park atau PT IMIP merupakan pengelola kawasan industri berbasis nikel di Kecamatan Bahodopi, Morowali.
Dikutip dari situs resminya imip.co.id, perusahaan ini berdiri pada 19 September 2013 dan diresmikan Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada 29 Mei 2015.
IMIP mengoperasikan kawasan industri seluas 2.000 hektar dengan klaster Stainless Steel, Carbon Steel, hingga komponen baterai.
Selain bandara, PT IMIP juga memiliki berbagai fasilitas pendukung seperti pelabuhan laut, Pembangkit Listrik Tenag Uap (PLTU), dan sejumlah pabrik pendukung (mangan, silikon, kapur), yang memperkuat ekosistem industrinya.
Baca tanpa iklan