News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Dari Pelestarian Alam hingga Pendidikan, Program CSR IMIP Hadirkan Dampak Nyata di Morowali

Penulis: Endrapta Ibrahim Pramudhiaz
Editor: Content Writer
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

CSR PT IMIP - IMIP menghadirkan fasilitas sekolah dari jenjang Taman Kanak-kanak (TK) hingga Sekolah Menengah Pertama (SMP) sebagai salah satu bentuk CSR di bidang pendidikan. IMIP juga aktif mendorong peningkatan kualitas pendidikan dengan program kelas bahasa Mandarin gratis di Rumah Literasi Sidaya, Desa Labota, Bahodopi, Morowali.

TRIBUNNEWS.COM, MOROWALI - PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) tidak hanya hadir sebagai salah satu kawasan industri terbesar di Indonesia, kehadirannya juga membawa perubahan bagi warga Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah, melalui berbagai program Corporate Social Responsibility (CSR) atau Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL).

Melalui beragam kegiatan di bidang lingkungan, pendidikan, hingga pemberdayaan masyarakat, IMIP berupaya menghadirkan manfaat langsung bagi komunitas di sekitar kawasan industri.

Program-program CSR IMIP sendiri telah diakui di banyak ajang penghargaan.  IMIP berhasil meraih sejumlah penghargaan pada Nusantara CSR Award 2025 (NCSRA), antara lain Community Recycling Empowerment Award (Penghargaan Pemberdayaan Komunitas Daur Ulang), Quality Education Award (Penghargaan Pendidikan Berkualitas), dan Marine Ecosystem Award (Penghargaan Ekosistem Laut).

Tak hanya itu, IMIP juga mencatat prestasi di Indonesia Social Responsibility Award (ISRA) 2025 dengan membawa pulang empat penghargaan.

IMIP meraih gold untuk kategori biodiversity conservation dalam kegiatan restorasi mangrove dan rehabilitasi terumbu serta silver untuk CSR video documentation dengan tema local hero Kelompok Tani Berkah Mombula. Lalu mereka mendapatkan dua penghargaan bronze di kategori edukasi untuk rumah literasi IMIP serta gender equality and social inclusion terkait bank sampah KSM Ara Sinergi Berdaya

Pengakuan terhadap CSR IMIP bahkan datang dari luar negeri.  Mereka juga pernah mendapatkan penghargaan dari Asian Impact Award 2025 di Kuala Lumpur, Malaysia.

IMIP menyabet medali platinum yang mencakup kategori pengelolaan lingkungan, pelayanan kesehatan dan kesejahteraan sosial, serta community-company partnership.

Ketiganya dinilai sebagai indikator penting yang merepresentasikan kepemimpinan korporasi dalam menjaga keseimbangan antara pertumbuhan industri dan tanggung jawab sosial, juga lingkungan.

Baca juga: Pelaku UMKM ‘Kecipratan’ Geliat IMIP, Suami Istri Raup Omzet Ratusan Juta

Melihat Langsung CSR IMIP

Pada akhir September 2025, Tribunnews berkesempatan melihat langsung CSR IMIP yang berhasil membawa mereka ke berbagai penghargaan bergengsi.

Program CSR yang disambangi Tribunnews adalah penanaman pohon mangrove di wilayah pesisir Kecamatan Bahodopi, Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah.

Ratusan ribu pohon mangrove telah ditanam oleh IMIP dan tersebar di berbagai tempat. Data terakhir yang didapat, jumlahnya mencapai 120 ribu pohon mangrove. 

Program ini melibatkan masyarakat setempat sejak tahap edukasi, sosialisasi, hingga pembentukan kelompok restorasi di desa-desa.

Materi edukasi tidak hanya fokus pada cara menanam, tetapi juga pemahaman jenis mangrove, manfaatnya bagi ekosistem, serta pentingnya menjaga lingkungan dari sampah dan aktivitas penebangan.

IMIP memastikan pendampingan masyarakat sampai ke depannya mereka bisa mandiri. IMIP juga melakukan pemantauan rutin setiap satu atau dua pekan sekali. Bila ditemukan tanaman yang rusak, tim langsung melakukan penggantian. Jika saat pemantauan tersebut ada mangrove yang rusak, tim IMIP akan langsung menggantinya. 

Menariknya, kawasan mangrove di Desa Padabaho kini juga dikembangkan menjadi destinasi wisata. Saat dikunjungi Tribunnews, fasilitas seperti jembatan warna-warni, spot foto, hingga kantin sedang dibangun. IMIP juga membangun loket masuk dan toilet bagi pengunjung. 

Nantinya, desa akan mengelola destinasi ini melalui Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) atau kelompok yang telah dibentuk. Pengembangan ini diharapkan mendorong perekonomian warga.

Selain kegiatan lingkungan, IMIP juga aktif mendorong peningkatan kualitas pendidikan. Salah satu programnya adalah kelas bahasa Mandarin gratis di Rumah Literasi Sidaya, Desa Labota, Bahodopi, Morowali. Pembelajaran bahasa Mandarin dipilih karena sejalan dengan geliat industrialisasi di Morowali.

Tak hanya bahasa Mandarin, di Rumah Literasi Sidaya juga diajarkan bahasa Inggris. Selain dua bahasa asing tersebut, Rumah Literasi Sidaya juga membuka kelas menggambar dan mewarnai untuk anak-anak. Adapun rumah literasi ini terbuka untuk umum. Anak-anak maupun orang dewasa boleh bergabung. Namun, calon murid tetap akan disaring lagi oleh IMIP.

Saat ini, ada tiga rumah literasi yang dioperasikan oleh IMIP. Selain di Desa Labota, ada di Desa Bahomakmur dan Kepulauan Sombori. Di tiga titik tersebut ada satu penanggung jawab yang mengelola secara penuh rumah literasi tersebut. Selain mengajar, ia bertugas untuk mengurus administrasi yang diperlukan. Para penanggung jawab atau PIC inilah yang menjadi "kaki-kaki" tim CSR IMIP.

Pelajaran yang diberikan di Desa Labota dan Desa Bahomakmur sama, sedangkan di Kepulauan Sombori ada sedikit perbedaan. Mengingat lokasi Kepulauan Sombori yang terpencil, di sana biasanya pelajaran yang sering diajarkan adalah menggambar dan mewarnai.

Selain itu, rumah literasi di sana juga sesekali mengajarkan pelajaran seperti matematika, agama, atau bahkan membantu PR para siswa. Hingga kini, tercatat ada sekitar 150 murid aktif belajar di tiga rumah literasi tersebut.

Terkadang di Rumah Literasi Sidaya diadakan kelas inspiratif yang menghadirkan pengajar dari salah satu perusahaan yang beroperasi di kawasan IMIP. Melalui kelas inspiratif, pihak IMIP mengundang tenaga pengajar dari para mitra atau tenan perusahaan yang ada di IMIP. Mereka mengajarkan berbagai hal, contohnya seperti fotografi.

Ke depannya, IMIP tidak menutup kemungkinan untuk membuka rumah literasi yang baru, mungkin di 5 hingga 6 titik lagi. Untuk membuka lokasi baru rumah literasi, IMIP akan menyeleksi terlebih dahulu lokasi-lokasinya.  Pertimbangannya adalah apakah rumah literasi tersebut dibutuhkan atau tidak oleh warga setempat. 

Baca juga: Melihat Polemik Bandara IMIP Morowali Dengan Jernih

Selain itu, di bidang pendidikan, IMIP tidak hanya memiliki Rumah Literasi Sidaya. Mereka juga menyediakan tiga beasiswa bagi anak-anak yang ingin menempuh pendidikan gratis.

Pertama adalah Beasiswa Hilirisasi. Ini bisa diraih bagi mahasiswa aktif yang belajar di perguruan tinggi yang telah bekerja sama dengan PT IMIP. Ada 23 perguruan tinggi yang bekerja sama dengan IMIP. Daftar lengkapnya bisa dicek sini: https://imip.co.id/beasiswa-hilirisasi-imip/

Kedua adalah beasiswa sinergi. Ini diutamakan bagi mahasiswa yang berdomisili atau ber-KTP kecamatan Bahodopi yang menempuh kuliah di Makassar, Kendari, Jogja, dan Palu.

Ketiga adalah beasiswa untuk mahasiswa Politeknik Industri Logam Morowali. Penerima beasiswa ini merupakan peserta didik di kampus tersebut. IMIP menanggung biaya pendidikan mereka sepenuhnya, dengan UKT yang dibayar oleh perusahaan hingga semester delapan.

Hingga saat ini, IMIP telah menyalurkan 386 beasiswa Hilirisasi dan 73 beasiswa Sinergi. Prospek kerja bagi penerima beasiswa ini sendiri juga sudah terjamin. PT IMIP akan merekomendasikan para lulusan bekerja di perusahaan mereka. Namun, tentunya harus ada seleksi lagi.

Jika memang nantinya ketika seleksi tidak lolos, lulusan tak perlu khawatir karena PT IMIP tak akan lepas tangan. Mereka biasanya akan menawarkan ke tenant ataupun kontraktor yang berada di kawasan IMIP. PT IMIP bahkan juga bisa merekomendasikan ke perusahaan di luar Morowali. Terpenting, masih ada kaitanya dengan industri mereka.

Sekolah IMIP

Di bidang pendidikan, IMIP juga menghadirkan fasilitas sekolah Dari jenjang Taman Kanak-kanak (TK) hingga Sekolah Menengah Pertama (SMP). Bahkan, tahun depan mereka akan memulai pembangunan SMA IMIP.

Saat ini, jumlah siswa di sekolah-sekolah IMIP terus bertambah. TK IMIP memiliki sekitar 120 hingga 150 siswa, SD sekitar 400 siswa, dan SMP dengan 69 siswa.

Sekolah ini terbuka untuk umum, tidak hanya anak karyawan, tetapi ada proses seleksi agar penerimaannya merata dan sesuai kebutuhan masyarakat.

IMIP pun mengutamakan penyerapan tenaga pengajar lokal, khususnya dari wilayah Sulawesi Tengah. Pada tahun-tahun awal, mereka memang mendatangkan tenaga pengajar dari luar seperti Jawa. Namun, sekarang fokus pihaknya adalah mengembangkan potensi guru lokal.

Adapun pihak IMIP juga menggandeng sejumlah perusahaan di dalam kawasan untuk berkolaborasi dalam program pendidikan. Beberapa perusahaan disebut ikut menyumbang pembangunan SMP IMIP.(*)

Baca juga: Tekan Emisi, IMIP Tanam Ratusan Ribu Mangrove di Bahodopi, Warga Lokal Ikut Dilibatkan

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini