TRIBUNNEWS.COM - Manajer Kampanye Hutan dan Kebun WALHI Nasional, Uli Arta Siagian, mengomentari desakan terhadap Raja Juli Antoni untuk mundur dari jabatannya sebagai Menteri Kehutanan (Menhut).
Desakan itu muncul setelah terjadi bencana banjir dan tanah longsor yang melanda Aceh, Sumatra Utara (Sumut), dan Sumatra Barat (Sumbar).
Uli Arta menyebut, Kementerian Kehutanan (Kemenhut) merupakan sebuah institusi sehingga kinerjanya harus dilihat secara institusional.
Namun, seorang menteri yang menjadi pemimpin, sambungnya, perlu memastikan apa yang menjadi kewenangan dan tanggung jawab institusi berjalan dengan baik.
Jika ia tak mampu melakukan hal tersebut, maka perlu dicari sosok yang bisa melakukan penanganan dengan baik untuk menggantikan posisinya.
"Nah, kalau dalam konteks ini, Kementerian Kehutanan secara institusional tidak mampu melakukan penanganan dengan baik, tidak mampu melakukan tata kelola kehutanan dengan baik, tidak mampu melakukan secara cepat aksi-aksi nyata untuk melakukan evaluasi, pencabutan izin, pemanggilan perusahaan, dan lain sebagainya, maka menurut hemat kami kita harus mencari pemimpin di Kementerian Kehutanan yang mampu melakukan itu semua," ujarnya dalam tayangan di YouTube Kompas TV, Jumat (5/12/2025).
Sebagaimana diketahui, kinerja Kemenhut menjadi sorotan lantaran adanya ribuan kayu gelondongan ikut terseret banjir di Sumatra.
Kayu-kayu tersebut menumpuk di sungai, pemukiman, bahkan terbawa hingga ke pantai.
Masyarakat menduga fenomena ini bukan sekadar akibat banjir, melainkan indikasi kerusakan hutan dan praktik illegal logging atau pembabatan hutan.
Merespons hal itu, Raja Juli Antoni menemui Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo membahas isu kayu gelondongan yang ditemukan saat banjir dan longsor di tiga Provinsi Sumatra.
Ia mengatakan, pihaknya akan sesegera mungkin mengungkap asal-usul kayu gelondongan tersebut.
Menurutnya, Kemenhut dan Polri sudah menyepakati MoU (Memorandum of Understanding) untuk berkolaborasi menjaga hutan Indonesia.
Baca juga: Banjir Setinggi Atap, Menteri Imipas Sebut Warga Binaan di Aceh Tamiang Dilepas: Alasan Kemanusiaan
"Kami berharap sekali lagi nanti kerjasama dengan Kepolisian Negara Republik Indonesia kita bisa sesegera mungkin mengungkap dari mana asal muasal kayu tersebut dan tentu apabila ada unsur pidananya, akan kita tegakkan bersama-sama," kata Raja Juli Antoni di Gedung Rupatama Mabes Polri, Jakarta Selatan, pada Kamis malam.
Ia berujar, publik ingin mengetahui asal-usul dari mana material kayu yang terbawa banjir itu berasal.
Menhut menjelaskan data-data awal melalui penerbangan drone ke daerah-daerah sudah dikantongi.
Baca tanpa iklan