News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Banjir Bandang di Sumatera

Prabowo Kunjungi Pengungsi Bireuen Aceh, Cium Kening Anak

Penulis: Taufik Ismail
Editor: Acos Abdul Qodir
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

BANJIR SUMATERA - Presiden Prabowo Subianto mencium kening seorang anak perempuan yang digendong ibunya di tengah kerumunan warga pengungsi di Gampong Pante Baro, Bireuen, Aceh, Minggu (7/12/2025). Momen ini terjadi saat Prabowo meninjau langsung kondisi pengungsi banjir dan longsor.

TRIBUNNEWS.COM, ACEH – Presiden Prabowo Subianto mengunjungi posko pengungsian banjir di Gampong Pante Baro, Kecamatan Juli, Kabupaten Bireuen, Aceh, Minggu (7/12/2025).

Dalam kunjungan itu, Prabowo menyapa warga, meninjau dapur umum, dan berinteraksi dengan anak-anak.

Di tenda pengungsian, ia menghampiri seorang ibu yang tengah menggendong anak perempuannya, lalu mencium kening sang balita.

Presiden juga mendengar aspirasi warga. Salah satunya Wakinah, yang menceritakan rumahnya tersapu banjir.

“Sudah diambil sungai pak rumah. Sudah tidak ada lagi,” ujarnya sambil menyalami Presiden.

Mendengar hal tersebut, Prabowo tampak mengangguk.

Prabowo kemudian menenangkan pengungsi tersebut dan menegaskan bahwa pemerintah akan menyiapkan anggaran untuk pemulihan serta penyediaan hunian bagi warga terdampak.

“Anggarannya sudah saya siapkan,” kata Presiden.

Sebelum ke tenda pengungsian, Presiden meninjau dapur umum dan sempat mencicipi menu ikan tongkol.

Setelah itu, ia memberikan pengarahan kepada Gubernur Aceh Muzakir Manaf, yang akrab disapa Mualem.

Keduanya cukup lama berbincang mengenai penanganan pengungsi.

Logistik Terbatas, Pemerintah Didesak

Kondisi pengungsian masih serba terbatas. Ribuan warga bertahan dengan kebutuhan mendesak seperti makanan siap saji, obat-obatan, dan perlengkapan bayi.

Relawan di dapur umum mengakui pasokan logistik belum mencukupi dan distribusi bantuan perlu segera dipercepat.

Gubernur Aceh Muzakir Manaf menegaskan bahwa pengungsi menghadapi ancaman kelaparan akibat akses bantuan yang terhambat.

“Mereka meninggal bukan karena banjir, tapi mati kelaparan,” ujarnya.

Halaman
12
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini