TRIBUNNEWS.COM - Hari Ibu merupakan peringatan atau perayaan yang ditujukan kepada peran seorang Ibu dalam keluarga.
Momen penting ini bertujuan untuk menghargai jasa, cinta, dan pengorbanan para ibu dalam kehidupan keluarga dan masyarakat.
Peran yang diberikan kepada ibu bagi keluarganya tidak bisa tergantikan sepanjang masa.
Dilansir laman kemenpppa.go.id, dicetuskannya Hari Ibu di Indonesia merupakan tonggak perjuangan perempuan untuk terlibat dalam upaya kemerdekaan bangsa dan pergerakan perempuan Indonesia dari masa ke masa dalam menyuarakan hak-haknya guna mendapatkan perlindungan dan mencapai kesetaraan.
Lantas, tanggal berapa peringatan Hari Ibu 2025?
Hari Ibu ditetapkan secara resmi oleh Pemerintah berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 316 Tahun 1959 tentang Hari-Hari Nasional yang Bukan Hari Libur tertanggal 16 Desember 1959.
Kepres tersebut menetapkan bahwa Hari Ibu diperingati tanggal 22 Desember dan merupakan hari nasional, bukan hari libur.
Tahun ini peringatan Hari Ibu jatuh pada Senin (22/12/2025).
Pada peringatan ini, masyarakat biasanya memberikan perhatian khusus kepada ibu melalui ucapan, hadiah, maupun kegiatan yang menunjukkan rasa cinta dan penghargaan.
Sejarah Hari Ibu
Gema Sumpah Pemuda dan lantunan lagu Indonesia Raya pada tanggal 28 Oktober 1928 digelorakan dalam Kongres Pemuda Indonesia menggugah semangat para pimpinan perkumpulan kaum perempuan untuk mempersatukan diri dalam satu kesatuan wadah mandiri.
Baca juga: 80 Kata-Kata Mutiara untuk Ibu yang Menyentuh Hati dan Penuh Makna
Pada saat itu, sebagian besar perkumpulan masih merupakan bagian dari organisasi pemuda pejuang pergerakan bangsa.
Atas prakarsa para perempuan pejuang pergerakan kemerdekaan pada tanggal 22-25 Desember 1928 diselenggarakan Kongres Perempuan Indonesia yang pertama kali di Yogyakarta.
Salah satu keputusannya adalah dibentuknya suatu organisasi federasi yang mandiri dengan nama Perikatan Perkoempoelan Perempoean Indonesia (PPPI).
Melalui PPPI tersebut terjalin kesatuan semangat juang kaum perempuan untuk secara bersama-sama kaum laki-laki berjuang meningkatkan harkat dan martabat bangsa Indonesia menjadi bangsa yang merdeka, dan berjuang bersama-sama kaum perempuan untuk meningkatkan harkat dan martabat perempuan Indonesia menjadi perempuan yang maju.
Pada tahun 1929, Perikatan Perkoempoelan Perempoean Indonesia (PPPI) berganti nama menjadi Perikatan Perkoempoelan Istri Indonesia (PPII).
Baca tanpa iklan