Ringkasan Berita:
- KSPSI menilai literasi dan keamanan digital sebagai kebutuhan penting bagi pekerja.
- Workshop Komdigi RI–KSPSI bertujuan meningkatkan kecakapan digital pekerja.
- Komdigi RI menegaskan literasi digital berdampak pada produktivitas dan daya saing.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Wakil Ketua Umum Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Arnod Sihite menyampaikan, dalam era digital seperti sekarang, kemampuan berkomunikasi secara aman dan bertanggung jawab di ruang digital sudah menjadi kebutuhan.
Kemampuan ini juga menjadi bagian dari perlindungan hak - hak para pekerja.
Hal ini disampaikan dalam workshop literasi digital yang digelar Komunikasi dan Digital Republik Indonesia (Komdigi RI) bersama KSPSI bertajuk 'Penguatan Kapasitas Aman Digital Pekerja/Buruh' di Tangerang, Sabtu (13/12/2025).
“Di era digital saat ini, kemampuan berkomunikasi secara aman, cerdas, dan bertanggung jawab di ruang digital bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan. Ini menjadi bagian penting dari perlindungan hak-hak pekerja,” kata Arnod yang hadir mewakili ketua umumnya, Yorrys Raweyai.
Ia berharap pelatihan kecakapan digital bagi para buruh dapat membuat mereka bukan hanya melek teknologi, tapi juga paham dalam mengidentifikasi berbagai risiko digital.
Seperti pentingnya menjaga data pribadi, menghindari penipuan daring, melawan hoaks, hingga membangun budaya digital yang sehat di lingkungan kerja.
“Penggunaan teknologi digital sudah menjadi kebutuhan sehari-hari di tempat kerja. Karena itu, pekerja harus memahami cara menggunakan ruang digital dengan aman, beretika, serta bertanggung jawab,” katanya.
Anggota Lembaga Kerjasama Tripartit Nasional ini menyebut literasi digital yang baik akan berdampak langsung pada peningkatan kualitas hubungan industrial.
Pekerja yang cakap digital akan mampu beradaptasi dengan perubahan, meningkatkan produktivitas, serta memperkuat daya saing di dunia kerja.
“Saya berharap kegiatan ini memberikan wawasan baru dan manfaat nyata, sehingga tercipta hubungan industrial yang harmonis, adaptif, produktif, dan berdaya saing tinggi,” tutur Arnod.
Dalam kesempatan yang sama, Kepala Pusat Pengembangan Literasi Digital Komdigi RI Rizki Ameliah, mengatakan pihaknya bekerja sama dengan berbagai organisasi, termasuk KSPSI, untuk meningkatkan kualitas program penguatan kapasitas sumber daya manusia.
“Kerja sama ini bertujuan meningkatkan kualitas program peningkatan kapasitas SDM dalam pemenuhan kebutuhan industri dan kewirausahaan di bidang TIK, guna mendukung pertumbuhan ekonomi digital serta transformasi digital Indonesia menuju industri 5.0,” ujar Rizki.
Ia mengungkap tantangan utama Komdigi saat ini adalah memperluas literasi digital ke seluruh lapisan masyarakat pengguna internet.
Lewat pelatihan dan kerja sama dengan semua pihak, diharapkan para pekerja dapat lebih melek digital dan menjaga kewaspadaan dar berbagai kejahatan dunia maya.
“PR kami di Komdigi adalah melakukan literasi digital kepada seluruh masyarakat. Dengan anggota KSPSI yang tersebar se-Indonesia, program-program ini sangat membantu percepatan tujuan tersebut,” ucap dia.
Baca tanpa iklan