“Dalam daftar calon legislatif juga berlaku ketentuan 30 persen perempuan. Artinya peluang perempuan itu sudah terbuka,” kata Sarmuji.
Meski demikian, ia mengakui bahwa persoalan kader perempuan belum sepenuhnya tuntas. Salah satu tantangan utama yang masih dihadapi adalah persoalan kepercayaan diri dalam proses perekrutan calon legislatif perempuan.
Sarmuji menilai perempuan sejatinya telah memiliki pemahaman politik yang memadai. Tantangan berikutnya terletak pada kemampuan negosiasi dan kerja sama politik yang umumnya terasah melalui pengalaman.
“Jika perempuan terlibat terus-menerus, pelan tapi pasti akan menemukan caranya sendiri dan membangun keterampilannya sendiri,” ujarnya.
Dalam pelatihan tersebut, KPPG menghadirkan sejumlah narasumber dari unsur pimpinan Partai Golkar serta kementerian terkait.
Materi yang disampaikan meliputi penguatan organisasi, kepemimpinan, pengelolaan keuangan, literasi digital, kependudukan, hingga peran sosial dan kemanusiaan.
Ketua Penyelenggara Pelatihan Peningkatan Kapasitas SDM Perempuan Partai Golkar, Ratu Dian Hatifa, menyampaikan apresiasi atas dukungan berbagai pihak dalam terselenggaranya kegiatan tersebut.
Baca juga: Gelar Tasyakuran HUT ke-21, KPPG Targetkan Kuota 30 Persen Perempuan di Legislatif Tercapai
“Kami menyampaikan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada pimpinan Partai Golkar dan para narasumber yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan ini,” ujarnya.
Baca tanpa iklan