News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Banjir Bandang di Sumatera

pascabanjir Sumatra, Prabowo Klaim Ada Pihak Luar yang Tak Suka Lihat Indonesia Kuat Hadapi Bencana

Penulis: Faryyanida Putwiliani
Editor: Bobby Wiratama
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

BENCANA DI SUMATRA - Presiden Prabowo Subianto saat memimpin sidang kabinet paripurna di Istana Negara, Jakarta, Senin (15/12/2025). Prabowo akan membentuk Satuan Tugas (Satgas) Rehabilitasi dan Rekontruski pasca-bencana banjir bandang dan tanah longsor yang menerjang Aceh, Sumatra Utara (Sumut), dan Sumatra Barat (Sumbar). Presiden Prabowo mengklaim ada pihak luar yang tidak suka melihat Indonesia kuat dalam mengatasi bencana banjir dan longsor di Aceh, Sumut, & Sumbar.

TRIBUNNEWS.COM - Presiden Prabowo Subianto mengungkap ada pihak-pihak luar yang tidak suka melihat Indonesia kuat dalam mengatasi bencana banjir bandang dan longsor yang melanda Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat.

Hal ini diungkapkan Prabowo di hadapan jajaran Menteri Kabinet Merah Putih, dalam Sidang Kabinet Paripurna, di Istana Negara, Jakarta, hari ini, Senin (15/12/2025).

Prabowo mengaku heran mengapa masih ada pihak-pihak yang tidak suka melihat Indonesia bisa kuat dalam menghadapi kondisi bencana yang terjadi di Sumatra pada akhir November 2025 lalu.

"Saat ini ada kecenderungan segelintir masyarakat terutama mungkin yang punya motivasi politik, atau bahkan saya terus terang saja. Saya melihat ada mungkin pihak-pihak kekuatan-kekuatan luar yang dari dulu selalu saya tidak mengerti."

"Tidak suka sama Indonesia, tidak suka Indonesia kuat, Indonesia mantap gitu, dalam rangka ini di tengah bencana, di tengah musibah," kata Prabowo dalam pidatonya dalam Sidang Kabinet Paripurna, di Istana Negara, Jakarta, hari ini, Senin (15/12/2025), dilansir tayangan Live YouTube Sekretariat Presiden.

Lebih lanjut Prabowo menyebut, banyak pihak luar yang selalu menggaungkan narasi bahwa pemerintah tidak hadir ketika terjadi bencana di Sumatra.

Prabowo menegaskan narasi-narasi tersebut adalah narasi yang penuh kebohongan. 

Karena sejak awal terjadi bencana pemerintah sudah banyak menyalurkan tim dan bantuan logistik ke lokasi bencana di Sumatra.

"Mereka tonjolkan kebohongan, ketidakbenaran. Dikatakan pemerintah tidak hadir, puluhan ribu (tim & bantuan) dalam saat-saat yang pertama, sudah dikerahkan ke situ. Kita lihat buktinya."

"Saya lihat sekarang ini mungkin ada pihak yang khawatir, karena rakyat baru baru sekarang lihat pemerintah Indonesia ini ternyata kuat," ungkap Prabowo.

Baca juga: Prabowo Perintahkan Bangun Hunian untuk Korban Bencana Sumatra: Jangan Ada Alasan Cari Lahan

Puji Kinerja TNI-Polri, BNPB, dan Basarnas, Tegaskan Situasi Kini Terkendali

Prabowo menegaskan, saat ini Indonesia kuat karena memiliki TNI, Polri, BNPB dan Basarnas yang kuat dalam menghadapi situasi bencana.

Sehingga dalam waktu singkat pemerintah melalui TNI-Polri, BNPB dan Basarnas bisa mengirimkan pesawat terbang dan helikopter untuk menyalurkan bantuan logistik ke lokasi bencana.

"TNI kuat, Polri kuat, BNPB kuat, Basarnas kuat, mampu kita kerahkan puluhan helikopter dalam waktu singkat. 
Belasan pesawat terbang. Ada tempat-tempat yang tiap hari BBM diantar dengan pesawat terbang dengan Hercules."

"Ini hanya bisa oleh negara yang kuat. Ada desa-desa yang tiap hari yang sekarang masih belum tembus. Setiap hari didatangi oleh helikopter. Di tengah cuaca yang di gunung-gunung itu ya masih penuh kabut, hujan juga masih sering turun cepat," imbuh Prabowo.

Prabowo menyebut, lokasi penyaluran bencana di Sumatra ini tidaklah mudah untuk dijangkau, seperti di Kota Takengon dan Kabupaten Bener Meriah, Provinsi Aceh. 

Halaman
12
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini