TRIBUNNEWS.COM - Presiden Prabowo Subianto meminta semua daerah untuk mengambil pelajaran dari kasus bencana yang melanda Aceh, Sumatra Utara (Sumut), dan Sumatra Barat (Sumbar).
Menurutnya, setiap daerah harus mempunyai lumbung agar tetap mampu bertahan jika komunikasi dan jalur terputus.
Hal itu disampaikan Prabowo saat memberikan arahan di depan kepala daerah se-Papua di Istana Negara, Jakarta, Selasa (16/12/2025).
"Bencana yang kita lihat sekarang di Sumatra Utara, Aceh, dan di Sumatra Barat memberi pelajaran lagi kepada kita."
"Dan saya yakin saudara-saudara di Papua juga mengalami itu bahwa kalau terjadi sesuatu di mana komunikasi putus, desa itu harus bisa bertahan. Kecamatan itu harus bisa bertahan. Kabupaten harus bisa bertahan," ujarnya.
Kepala Negara menyebut, sejak dahulu sudah ada lumbung desa.
Oleh sebab itu, dirinya mendorong setiap desa memiliki lumbung.
"Dan ini adalah pelajaran nenek moyang kita. Tanyalah kepada kakek-kakek kita. Ya, dulu ada lumbung desa."
"Kita harus ada lumbung desa. Sekarang harus ada lumbung kecamatan. Harus ada lumbung kabupaten, harus ada lumbung provinsi, dan harus ada lumbung-lumbung nasional."
"Kita akan lakukan itu. Kita akan membantu, Saudara-saudara supaya setiap kabupaten bisa swasada pangan," terangnya.
Baca juga: Prabowo Targetkan Penanaman Sawit di Papua dalam 5 Tahun ke Depan
Jumlah Korban Bencana di Sumatra
Sementara itu, Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi (Kapusdatin) Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Abdul Muhari memberikan update informasi terkait jumlah korban jiwa dalam bencana banjir bandang dan longsor yang terjadi di Aceh, Sumut, dan Sumbar.
Berdasarkan data sementara yang terbaru, BNPB menyatakan kini total korban di 3 provinsi tersebut mencapai 1.053 jiwa.
"Rinciannya Provinsi Aceh 449 jiwa, Provinsi Sumatra Utara 360 jiwa, dan Provinsi Sumatra Barat itu 244 jiwa meninggal dunia," papar Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi (Kapusdatin) BNPB Abdul Muhari, dikutip dari YouTube BNPB, Selasa.
Sementara untuk korban hilang masih ada 200 orang, dengan rincian di Aceh 21 orang, di Sumut 79 orang, dan di Sumbar 90 orang.
Baca tanpa iklan