News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

3 Pernyataan Prabowo soal Kelapa Sawit: Karunia Tuhan hingga Minta Tak Khawatir Deforestasi

Penulis: Muhamad Deni Setiawan
Editor: Wahyu Gilang Putranto
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

PRABOWO BICARA SAWIT - Presiden Prabowo Subianto saat memberikan arahan di depan kepala daerah se-Papua di Istana Negara, Jakarta, Selasa (16/12/2025). Semenjak dilantik sebagai Presiden RI pada 20 Oktober 2024 lalu, Prabowo Subianto beberapa kali menyinggung perihal kelapa sawit.

TRIBUNNEWS.COM - Sejak dilantik sebagai Presiden RI pada 20 Oktober 2024 lalu, Prabowo Subianto beberapa kali menyinggung perihal kelapa sawit.

Pada Desember 2024 lalu, Prabowo menilai Indonesia perlu menambah penanaman kelapa sawit tanpa khawatir membahayakan dan menyebabkan deforestasi.

Ia menilai tuduhan bahwa lahan sawit menyebabkan deforestasi merupakan keliru karena menurutnya pohon sawit juga menyerap karbon dioksida.

Kemudian, Kepala Negara menyatakan bahwa Indonesia mempunyai karunia berupa komoditas kelapa sawit karena mampu diolah menjadi Bahan Bakar Minyak (BBM).

Terkini, Prabowo menargetkan penanaman sawit di Papua untuk menuju energi mandiri berbasis potensi lokal.

1. Targetkan Penanaman Sawit di Papua

Prabowo menargetkan penanaman sawit di Papua dalam kurun waktu 5 tahun sebagai langkah menuju energi mandiri berbasis potensi lokal.

Arahan tersebut disampaikan Prabowo saat memimpin rapat bersama seluruh kepala daerah Papua di Istana Negara, Jakarta Pusat, Selasa (16/12/2025).

“Nanti kita berharap di daerah Papua pun harus ditanam kelapa sawit supaya bisa menghasilkan juga BBM dari kelapa sawit, juga tebu menghasilkan etanol, singkong cassava juga untuk menghasilkan etanol sehingga kita rencanakan dalam 5 tahun semua daerah bisa berdiri di atas kakinya sendiri swasembada pangan dan swasembada energi.”

Dalam rapat itu, Prabowo menekankan pentingnya diversifikasi energi berbasis potensi lokal.

Menurutnya, kemandirian energi dan pangan akan berdampak besar pada penghematan anggaran negara, khususnya subsidi dan impor bahan bakar.

“Dengan demikian kita akan menghemat ratusan triliun untuk subsidi, ratusan triliun untuk impor BBM dari luar negeri.”

Baca juga: Sosok Syafiuddin, Anggota DPR Dukung Presiden Prabowo Bentuk Satgas Rehabilitasi Bencana Sumatra

Pernyataan tersebut disampaikan Prabowo saat menyoroti nilai impor BBM Indonesia yang masih mencapai Rp520 triliun.

“Bayangkan kalau kita bisa potong setengah berarti ada Rp250 triliun, apalagi kita bisa potong Rp500 triliun.” 

Prabowo menilai penghematan itu dapat membuka ruang fiskal besar bagi pembangunan daerah.

Halaman
123
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini