TRIBUNNEWS.COM - Tanggal 18 Desember 2025 memperingati Hari Migran Internasional dan Hari Bahasa Arab Sedunia.
Tidak ada peringatan nasional khusus di Indonesia pada tanggal 18 Desember.
Dirangkum dari berbagai sumber, berikut penjelasan singkat mengenai peringatan pada tanggal 18 Desember 2025.
Hari Migran Internasional (International Migrants Day)
Tanggal 18 Desember 2025 diperingati sebagai Hari Migran Internasional.
Tema peringatan tahun ini yaitu “My Great Story: Cultures and Development" (Kisah Hebatku: Budaya dan Pembangunan), yang menyoroti migrasi mendorong pertumbuhan ekonomi, inovasi, dan kohesi sosial, serta memperkaya budaya dan pembangunan global.
Tanggal 18 Desember dipilih sebagai Hari Migran Internasional karena untuk memperingati keputusan Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk mengadopsi Konvensi Internasional tentang Perlindungan Hak-Hak Semua Pekerja Migran dan Anggota Keluarga Mereka pada 18 Desember 1990, dikutip dari United Nations.
Hari Migran Internasional menegaskan pentingnya sistem migrasi yang aman, inklusif, dan adil, seperti dikutip dari laman Organisasi Internasional untuk Migrasi (IOM).
Kontribusi migran termasuk pengiriman uang dan pemenuhan kebutuhan tenaga kerja akan maksimal jika migrasi dikelola dengan baik, tertib, dan bertanggung jawab.
IOM menyerukan kebijakan yang lebih cerdas dan kerja sama yang kuat agar migrasi memberi manfaat bagi semua dan membangun masa depan yang lebih adil dan berkelanjutan.
Baca juga: 16 Desember Memperingati Hari Apa? Ada HUT BRI hingga Hari Akademi TNI
Hari Bahasa Arab Sedunia (World Arabic Language Day)
Organisasi Pendidikan, Keilmuan, dan Kebudayaan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNESCO) mengajak masyarakat dunia untuk memperingati Hari Bahasa Arab Sedunia pada 18 Desember 2025.
Tema peringatan Hari Bahasa Arab Sedunia tahun ini yaitu “Innovative Pathways for Arabic: Policies and Practices for a More Inclusive Linguistic Future" (Jalur Inovatif untuk Bahasa Arab: Kebijakan dan Praktik untuk Masa Depan Linguistik yang Lebih Inklusif).
Hari Bahasa Arab Sedunia diperingati pertama kali pada 18 Desember 2012, bertepatan dengan peringatan keputusan Majelis Umum PBB untuk mengadopsi Bahasa Arab sebagai bahasa resmi ke-6 PBB pada 18 Desember 1973.
Bahasa Arab melahirkan estetika bahasa, baik dalam bentuk klasik maupun dialeknya, hingga ekspresi lisan dan kaligrafi yang puitis.
Bahasa tersebut juga memberikan akses dalam penyebaran pengetahuan, memfasilitasi penyebaran ilmu pengetahun dan filsafat Yunani dan Romawi ke Eropa pada masa Renaisans.
Selain itu, masyarakat di sepanjang salur sutra, dari pantai India hingga Tanduk Afrika menggunakan Bahasa Arab untuk memungkinkan dialog antar budaya, dikutip dari UNESCO.
(Tribunnews.com/Yunita Rahmayanti)
Baca tanpa iklan