TRIBUNNEWS.COM - Setiap akhir tahun, pohon Natal menjadi simbol yang hampir tak terpisahkan dari perayaan Natal.
Namun, masih banyak yang bertanya: pohon Natal itu sebenarnya pohon apa?
Secara umum, pohon Natal berasal dari kelompok pohon evergreen, yaitu pohon yang daunnya tetap hijau sepanjang tahun.
Jenis ini dipilih karena melambangkan kehidupan, harapan, dan ketahanan di tengah musim dingin.
Jenis Pohon yang Sering Digunakan sebagai Pohon Natal
Berdasarkan penjelasan dari Balsam Hill, ada beberapa spesies pohon yang paling sering digunakan sebagai pohon Natal, baik asli maupun versi buatan.
- Scotch Pine (Pinus sylvestris)
Pohon ini dikenal memiliki jarum yang kuat dan tidak mudah rontok. Warna hijaunya gelap dengan cabang yang jarang, sehingga mudah dihias. - Sugar Pine (Pinus lambertiana)
Dijuluki “King of Pines”, Sugar Pine merupakan salah satu pinus tertinggi di dunia dengan jarum panjang berwarna hijau hutan. - White Spruce
Memiliki jarum biru kehijauan dan bentuk kerucut simetris. Jenis ini populer di Amerika Utara dan Kanada sebagai pohon Natal klasik. - Norway Spruce
Spesies favorit di Eropa karena aromanya yang khas. Namun, jarumnya cepat rontok sehingga kini lebih sering digunakan dalam versi artifisial. - Blue Spruce (Colorado Blue Spruce)
Berasal dari Pegunungan Rocky, Amerika Utara. Pohon ini disukai karena bentuknya rapi, harum, dan cabangnya kuat untuk ornamen berat. - Balsam Fir (Abies balsamea)
Terkenal dengan aroma pedas yang kuat dan bentuk tetesan air mata. Banyak dianggap sebagai salah satu pohon Natal paling harum. - Douglas Fir
Pohon resmi negara bagian Oregon ini telah digunakan sebagai pohon Natal sejak 1920-an karena bentuk piramida dan aromanya yang segar. - Noble Fir
Berwarna biru kehijauan dengan jarum tahan lama. Cabangnya kokoh dan sering menjadi pilihan utama untuk pohon Natal premium. - Fraser Fir
Dianggap sebagai salah satu pohon Natal terbaik. Fraser Fir dikenal awet, tidak mudah rontok, dan tetap mempertahankan bentuknya saat dipajang lama.
Sejarah Awal Pohon Natal
Tradisi pohon Natal ternyata jauh lebih tua daripada perayaan Natal modern.
Menurut WhyChristmas, penggunaan tanaman evergreen sudah dilakukan ribuan tahun lalu dalam perayaan musim dingin pra-Kristen.
Bangsa Romawi menggunakan pohon cemara untuk menghias kuil saat festival Saturnalia.
Sementara itu, masyarakat pagan di Eropa menghias rumah dengan cabang evergreen sebagai simbol harapan akan datangnya musim semi.
Penggunaan pohon cemara sebagai pohon Natal diperkirakan mulai berkembang sekitar 1.000 tahun lalu di Eropa Utara.
Salah satu bentuk awalnya adalah Paradise Tree, pohon atau rangka kayu yang dihias apel dan digunakan dalam pertunjukan gereja abad pertengahan di Jerman.
Pada akhir abad ke-15 hingga awal abad ke-16, Paradise Tree berkembang menjadi Christbaum atau “pohon Kristus”.
Hiasannya semakin beragam, mulai dari wafer komuni, buah, hingga ornamen berbentuk bintang dan malaikat.
Di beberapa wilayah Eropa, pohon Natal bahkan digantung terbalik dari langit-langit rumah, baik untuk menghemat ruang maupun sebagai tradisi lokal yang dianggap estetis.
(Tribunnews.com/Widya)
Baca tanpa iklan