News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Banjir Bandang di Sumatera

Profil Eks Menlu Malaysia yang Sentil Tito Karnavian Buntut Statement Bantuan Bencana Sumatra

Penulis: Rizkianingtyas Tiarasari
Editor: Bobby Wiratama
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

PERNYATAAN TITO KARNAVIAN - Kolase: Tangkap layar video eks Menteri Luar Negeri Malaysia Rais Yatim dan Menteri Dalam Negeri RI Tito Karnavian. Profil Mantan Menteri Luar Negeri Malaysia, Tan Sri Rais Yatim, yang menyentil Menteri Dalam Negeri RI (Mendagri) Tito Karnavian terkait pernyataan soal bantuan bencana dari Malaysia untuk korban banjir bandang dan tanah longsor Sumatra.

Karir politiknya bermula pada 1974, saat Rais ditunjuk oleh Perdana Menteri (PM) Malaysia yang kedua, Tun Abdul Razak, sebagai Sekretaris Parlemen di Kementerian Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga atau Setiausaha Parlimen Kementerian Kebudayaan, Belia, dan Sukan.

Ia memimpin gerakan anti-narkoba utama Malaysia pada 1976 dengan membentuk PEMADAM, Asosiasi Anti-Narkoba Nasional dan menjadi presidennya selama 11 tahun (1976-1987).

Sejak tahun 1976, Rais telah mengabdi di bawah semua Perdana Menteri Malaysia, seperti Tun Dr. Mahathir Mohamad, Tun Abdullah Ahmad Badawi, dan Datuk Seri Najib Tun Razak.

Ia menduduki berbagai jabatan, seperti Wakil Menteri Hukum atau Timbalan Menteri Undang-undang (1976-1977), Wakil Menteri Dalam Negeri atau Timbalan Menteri Dalam Negeri (1977-1978), Menteri Besar Negeri Sembilan (1978-1982), Menteri Pembangunan, Tanah, dan Wilayah (1982-1984), Menteri Informasi (1984-1986), Menteri Luar Negeri (1986-1987), dan Menteri di Departemen Perdana Menteri – portofolio hukum (1999-2004).

Dikutip dari Bernama, Rais juga menjabat sebagai Pengerusi Bersatu Negeri Sembilan.

Sejumlah karya Rais yang tercatat meliputi: Patterns of Anthropology (Translation – 1973), Faces in the Corridors of Power (1978), Executive Power and Rule of Law in Malaysia (1995), Zaman Beredar Pusaka Bergilir (2001), Jelebak Jelebu Corat-coret Anak Kampung (2005) dan Cabinet Governing in Malaysia (2006).

(Tribunnews.com/Rizki A.)

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini