News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Program Makan Bergizi Gratis

Libur Sekolah, BGN Tegaskan Program MBG Tetap Jalan, Ini Pedoman Resminya

Penulis: Rina Ayu Panca Rini
Editor: Hasanudin Aco
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

PROGRAM MBG - Sejumlah pelajar menyantap Makan Bergizi Gratis (MBG) saat launching program MBG di Perguruan Muhammadiyah Antapani, Jalan Kadipaten Raya, Antapani, Kota Bandung, Jawa Barat, Senin (25/8/2025). Badan Gizi Nasional memastikan program MBG tetap jalan meski saat ini siswa libur akhir tahun.

Ringkasan Berita:

  • Badan Gizi Nasional (BGN) memastikan program Makan Bergizi Gratis (MBG) tetap berjalan selama masa libur sekolah
  • Dalam pedoman terbaru yang dipublikasikan, BGN memastikan bahwa alur distribusi MBG tetap berlanjut
  • Hingga 15 Desember 2025, program MBG  telah menjangkau 50,7 juta penerima manfaat dari target 82,9 juta orang

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Badan Gizi Nasional (BGN) memastikan program Makan Bergizi Gratis (MBG) tetap berjalan selama masa libur sekolah bagi seluruh peserta didik dan kelompok 3B yang terdiri dari ibu hamil, ibu menyusui, dan anak balita.

MBG merupakan program nasional dari Presiden Prabowo Subianto yang bertujuan menyediakan makanan sehat dan bergizi secara gratis untuk anak sekolah, balita, ibu hamil, dan menyusui yang diluncurkan pada 6 Januari 2025.

“Selama masa liburan, BGN tetap mendistribusikan paket MBG baik kepada siswa maupun kelompok rentan 3B,” tegas Kepala Biro Hukum dan Humas BGN, Khairul Hidayati di Jakarta, Minggu (21/12/2025).

Kebijakan ini tertuang dalam Pedoman Tata Kelola Penyelenggaraan Program MBG Selama Libur Sekolah yang ditetapkan melalui Keputusan Kepala BGN Nomor 52.1 Tahun 2025.

1. Alur Distribusi

Dalam pedoman tersebut, BGN memastikan bahwa alur distribusi MBG tetap berlanjut.

Untuk kelompok 3B tetap menerima MBG enam hari dalam sepekan tanpa terpengaruh kalender libur sekolah.

Sementara siswa dan santri memperoleh paket MBG sesuai mekanisme libur sekolah pada sekolah atau pesantren yang bersedia hadir untuk pendistribusian.

2. Sistem Paket Kombinasi

Pada masa libur sekolah, MBG diberikan dalam sistem paket kombinasi.

Siswa akan mendapatkan MBG dalam bentuk satu paket MBG dalam menu siap santap yang dimasak langsung oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dan dua paket MBG kemasan untuk dibawa pulang, berisi roti, telur, susu, dan buah yang sesuai Angka Kecukupan Gizi (AKG).

Mekanisme ini dirancang agar siswa tetap terjamin asupan gizinya meski tidak berada di sekolah.

PROGRAM MBG - Sejumlah siswa menikmati makanan makan bergizi gratis (MBG) di SDN 03 Jati Pulogadung, Jakarta Timur, Rabu (7/5/2025).  (Tribunnews/Jeprima)

3. Masa Tahan MBG Maksimal Dua Hari

Paket MBG dalam bentuk kemasan dirancang dengan ketahanan maksimal dua hari.”

Isi paket harus berupa bahan pangan bergizi yang memiliki ketahanan baik dalam suhu ruang seperti roti, susu UHT, telur, buah, atau kudapan sehat, namun tetap sesuai prinsip keamanan pangan.

Sistem ini membuat SPPG lebih selektif dalam menyusun menu paket kemasan dan mencegah potensi penyalahgunaan atau penyimpanan yang terlalu lama di rumah penerima manfaat.

“Paket kemasan MBG hanya dirancang untuk dua hari ketahanan. Itu artinya jenis makanan yang dipilih harus aman, bergizi, dan tidak berisiko rusak dalam waktu singkat. Kita ingin memastikan seluruh anak menerima pangan yang benar-benar layak konsumsi,” tegas Hida.

4. Fleksibilitas Waktu Distribusi

Adapun distribusi program MBG selama masa libur sekolah bisa dilakukan secara fleksibel.

SPPG diperbolehkan menyalurkan paket MBG kemasan sehari sebelumnya, terutama jika hari libur jatuh di tengah pekan atau terjadi perubahan jadwal mendadak.

Kebijakan ini mengantisipasi perbedaan kalender pendidikan dan perubahan jadwal libur daerah.

5. Sistem Dua Totebag Beda Warna

BGN menerapkan sistem dua totebag dengan warna berbeda dalam pendistribusian paket MBG selama libur sekolah.

Aturan ini sebagai langkah memperkuat ketertiban, transparansi, dan akurasi distribusi kepada seluruh penerima manfaat.

Dalam pedoman tersebut, SPPG diwajibkan menyediakan dua totebag berbeda warna misalnya warna biru dan merah yang diberikan secara bergiliran kepada siswa dan santri.

Melalui dua totebag berbeda warna, mencegah pengambilan ganda, menjaga ketertiban hingga memastikan distribusi tepat sasaran dan tercatat.

6. Anggaran Per porsi MBG Tetap Rp15.000

Hida menjelaskan, anggaran Rp15.000 per porsi tersebut dibagi ke dalam tiga komponen utama, yakni Biaya Bahan Baku yang dicatat sesuai harga riil (at cost) untuk menu siap santap maupun paket kemasan. 

Biaya Operasional yang diajukan berdasarkan kebutuhan minimum di luar honor relawan hingga biaya sewa.

“Anggaran Rp15.000 per penerima manfaat tetap berlaku penuh selama libur sekolah. Tidak ada pengurangan kualitas atau anggaran,” tegas dia.

Komponen biaya disusun jelas untuk menjaga sistem ini berjalan efisien dan efektif.

BGN juga memastikan bahwa seluruh SPPG di berbagai daerah wajib menjalankan prosedur distribusi sesuai standar, termasuk pengelolaan bahan baku, pengemasan, hingga edukasi gizi kepada para penerima manfaat.

Data dan Fakta Program MBG

  • Program Makan Bergizi Gratis (MBG) diluncurkan sejak 6 Januari 2025
  • Dengan target  82,9 juta orang penerima untuk siswa seperti PAUD, SD, SMP hingga MA/SMK, termasuk untuk ibu hamil dan menyusui.
  • Hingga 15 Desember 2025, program MBG  telah menjangkau 50,7 juta penerima manfaat dari target 82,9 juta orang.
  • Anggaran yang terserap mencapai Rp52,9 triliun atau 74,6 persen dari pagu Rp71 triliun
  • Dimaksudkan untuk meningkatkan gizi masyarakat terutama anak sekolah dan ibu hamil/menyusui.

 

 

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini